Iran Gempur Jantung Tel Aviv dan Kilang Minyak Bahrain
AKSINEWS.COM – Eskalasi konflik di kawasan Teluk kian memanas setelah militer Iran melancarkan gelombang serangan rudal besar-besaran pada Kamis kemarin. Serangan yang telah memasuki hari keenam ini menyasar sejumlah titik vital di lintas negara, mulai dari infrastruktur energi di Bahrain hingga pusat kota di Israel.
Di Bahrain, serangan rudal Iran memicu kebakaran hebat di kilang minyak utama milik Bapco Energies yang terletak di Pulau Sitra. Pusat Komunikasi Kerajaan Bahrain mengonfirmasi bahwa kobaran api sempat menyelimuti fasilitas tersebut sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas keamanan. Meski sempat terjadi kepanikan, otoritas setempat melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan operasional kilang dipastikan tetap berlanjut.
Situasi mencekam juga dilaporkan terjadi di Riyadh, Arab Saudi. Sumber diplomatik menyebutkan bahwa sejumlah staf kedutaan besar negara Barat diperintahkan untuk berlindung di tempat aman. Perintah ini dikeluarkan menyusul meningkatnya ancaman keamanan setelah kompleks kedutaan Amerika Serikat sempat menjadi target serangan pada awal pekan ini.
Sementara itu, di wilayah Mediterania, ibu kota komersial Israel, Tel Aviv, diguncang ledakan hebat yang berasal dari rudal-rudal Iran. Stasiun televisi pemerintah Iran mengeklaim bahwa Teheran sengaja menembakkan rudal ke arah jantung Tel Aviv. Saksi mata melaporkan mendengar dua gelombang ledakan yang hampir bersamaan, sementara jejak roket terlihat menerangi langit hingga ke kota Netanya di bagian utara.
Layanan darurat Israel, Magen David Adom, segera mengerahkan tim ke beberapa lokasi terdampak. Meskipun terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan tempat tinggal dan pohon-pohon yang tumbang akibat hantaman proyektil di wilayah Israel tengah, hingga saat ini belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa. Pihak kepolisian Israel menyatakan saat ini tengah menangani lokasi kejadian dan memastikan bangunan yang terdampak masih dalam kondisi utuh secara struktur.
Seiring dengan meredanya suara ledakan, militer Israel mulai mengizinkan warga untuk meninggalkan tempat perlindungan bawah tanah. Namun, ketegangan di seluruh kawasan tetap berada pada level tertinggi mengingat intensitas serangan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. (red)
“This article was produced with assistance from generative AI and edited by AKSINEWS.COM staff.”

