Pentagon Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman
AKSINEWS.COM – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) secara resmi mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 personel militernya yang saat ini bertugas di wilayah Jerman. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Presiden Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait strategi perang di Timur Tengah.
Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa perintah penarikan tersebut datang langsung dari Menteri Pertahanan sebagai bagian dari peninjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan militer AS di kawasan Eropa. Menurut Parnell, proses pemulangan ribuan tentara ini akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan memakan waktu antara enam hingga dua belas bulan ke depan.
Berdasarkan Pusat Data Tenaga Kerja Pertahanan AS per Desember 2025, saat ini terdapat 36.436 personel militer yang ditempatkan di Jerman. Dengan adanya pengurangan ini, maka jumlah tentara AS yang tersisa di negara tersebut akan berkisar di angka 31.000 personel. Pentagon menegaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya penyesuaian terhadap kebutuhan teater militer serta dinamika kondisi di lapangan.
Rencana pengurangan pasukan ini mencuat ke publik hanya berselang beberapa hari setelah Presiden Donald Trump memberikan pernyataan melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu, 29 April lalu. Dalam unggahannya, Trump mengakui bahwa pemerintahannya sedang mempelajari ulang keberadaan militer AS di Jerman setelah adanya kritik pedas dari Berlin.
Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Merz menyebut AS tengah dipermalukan oleh Iran dan menilai pemerintahan Trump tidak memiliki strategi yang efektif serta jelas untuk mengakhiri konflik bersenjata dengan Teheran.
Langkah Trump ini dinilai banyak pihak sebagai pengulangan dari ancaman serupa yang pernah ia sampaikan pada tahun 2020 lalu saat masa jabatan pertamanya. Kala itu, Trump juga sempat mengancam akan mengurangi jumlah pasukan di Jerman saat hubungan Washington dengan Kanselir Angela Merkel sedang berada di titik rendah. Kini, ketegangan serupa kembali terulang di bawah kepemimpinan Kanselir Friedrich Merz. (red)

