AMP BARA BAHARI Desak Penertiban Angkutan Batubara di Sungai Batanghari
AKSINEWS.COM – Di bawah bayang-bayang kian tertekannya ekosistem Sungai Batanghari, Aliansi Masyarakat Peduli Batubara dan Sungai Batanghari (AMP BARA BAHARI) Provinsi Jambi akhirnya mengambil sikap tegas. Pada Jumat, 1 Mei 2026, mereka turun langsung ke tengah perairan untuk mencegat laju armada tugboat, bukan untuk menghambat ekonomi, melainkan untuk memberikan peringatan keras atas nama keselamatan dan hukum pelayaran.
Aksi ini menjadi peringatan terhadap tata kelola angkutan batubara yang dinilai masih compang-camping dan sarat pelanggaran. Di atas riak sungai yang kini menjadi jalur utama distribusi emas hitam tersebut, isu keselamatan bukan lagi sekadar formalitas di atas kertas, melainkan persoalan hidup dan mati masyarakat sepanjang aliran sungai.
Ketua AMP BARA BAHARI, Jhon Herman, mengatakan rendahnya profesionalisme nahkoda menjadi akar masalah dari berbagai insiden fatal belakangan ini. Peristiwa tongkang yang menghantam fondasi jembatan hingga hancurnya aset ekonomi warga berupa keramba ikan dianggap sebagai bukti nyata betapa rapuhnya standar SDM di sektor pelayaran saat ini. Ia menegaskan, nahkoda haruslah menjadi benteng keselamatan, bukan justru menjadi bagian dari risiko bencana.
Sorotan tajam juga diarahkan pada dugaan operasional kapal-kapal “hantu” yang melaju tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Tanpa dokumen resmi dan sertifikasi yang valid, kapal-kapal ini dinilai sebagai ancaman bergerak bagi publik. Lebih jauh, Jhon mengungkap adanya indikasi praktik “jalur koordinasi” yang melibatkan oknum tertentu untuk melicinkan jalan bagi armada yang tidak laik operasional.
Menurutnya, jika praktik gelap ini terus dibiarkan, maka masyarakatlah yang akan menanggung beban kerugian terbesar. Tanpa jaminan asuransi dari kapal-kapal ilegal, setiap kecelakaan yang terjadi hanya akan menyisakan duka tanpa kompensasi yang layak bagi korban.
Aksi di tengah sungai ini membawa satu pesan sentral kepada pemerintah dan pelaku usaha, bahwa Sungai Batanghari bukan ruang tanpa aturan. Penegakan regulasi dan transparansi pengawasan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi demi memastikan kelestarian sungai dan keselamatan warga Jambi tetap terjaga di tengah arus industri yang kian deras. (red)

