Lawan Tekanan Dolar, Bank Indonesia Perang Terbuka Jaga Stabilitas Rupiah
AKSINEWS.COM – Bank Indonesia angkat bicara merespons tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini kian mendekati level psikologis Rp 18.000. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau ketat perkembangan pasar keuangan, baik di skala global maupun domestik, untuk memastikan stabilitas nilai tukar tetap terjaga di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Bank Indonesia berkomitmen untuk aktif di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan optimal serta menjaga kecukupan likuiditas valuta asing di dalam negeri. Langkah tersebut diambil sebagai respons strategis guna mendukung stabilitas pasar keuangan nasional di tengah tekanan mata uang asing.
Selain intervensi langsung, otoritas moneter juga menerapkan langkah pengetatan regulasi guna mengendalikan transaksi valuta asing. Mulai 2 Juni 2026, Bank Indonesia telah memberlakukan ketentuan baru berupa ambang batas atau threshold untuk pembelian valas terhadap rupiah tanpa underlying, yang kini dibatasi maksimal sebesar 25.000 dolar AS per pelaku setiap bulannya.
Bank Indonesia terus mendorong penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction atau LCT. Inisiatif ini diproyeksikan dapat mengurangi ketergantungan ekonomi nasional terhadap dolar AS sekaligus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar. Hingga saat ini, kerja sama strategis tersebut telah diimplementasikan bersama sejumlah negara mitra, yakni Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.
Ramdan menekankan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar memerlukan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Bank Indonesia akan terus mempererat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, hingga pelaku dunia usaha. Langkah kolektif ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia, sementara di sisi lain, data Bloomberg mencatat pergerakan dolar AS siang ini telah menguat sebesar 0,68 persen ke level Rp 17.960. (red)

