Jusuf Kalla Bongkar Sejarah Pencalonan Jokowi
AKSINEWS.COM – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), meluapkan kekesalannya menyusul tuduhan yang dilontarkan Rismon Sianipar terkait pendanaan kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. JK menegaskan bahwa tuduhan tersebut merupakan upaya pengalihan isu yang tidak berdasar.
JK secara tegas membantah telah memberikan dana sebesar Rp 5 miliar kepada pihak tertentu untuk menggulirkan isu ijazah tersebut. Ia bahkan mengaku tidak mengenal sosok Rismon dan selalu menolak komunikasi dari pihak-pihak yang mencoba menyeretnya ke dalam konflik tersebut demi menjaga posisi netral.
JK menyebut nama-nama tokoh bangsa lain seperti Puan Maharani hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut terseret dalam tuduhan yang ia nilai serampangan. Ia pun menunjukkan bukti pesan singkat sebagai penguat bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam pusaran tuduhan tersebut.
Di tengah kekecewaannya, tokoh asal Makassar ini kemudian mengungkit sejarah panjang perjalanan politik Joko Widodo. JK membeberkan fakta bahwa dirinya memiliki andil besar dalam melambungkan karier politik Jokowi, mulai dari menyodorkan nama mantan Wali Kota Solo tersebut kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta.
JK menceritakan momentum di mana Megawati sempat enggan menandatangani pencalonan Jokowi sebagai presiden jika JK tidak bersedia mendampinginya sebagai wakil presiden. Menurut JK, saat itu Megawati menilai Jokowi masih minim pengalaman dan membutuhkan bimbingan langsung darinya.
Padahal, JK mengaku kala itu sudah berencana untuk pensiun dan pulang ke kampung halaman. Namun, karena permintaan langsung dari Megawati yang ingin agar Jokowi didampingi oleh figur berpengalaman, ia akhirnya menerima mandat tersebut. JK pun memberikan peringatan keras kepada para pendengung atau buzzer agar tidak memutarbalikkan fakta sejarah terkait peran besarnya dalam karier Jokowi.
Pernyataan keras ini muncul saat JK menanggapi pertanyaan wartawan mengenai laporan polisi terkait video ceramahnya tentang mati syahid di UGM. Meski tidak ingin berspekulasi apakah dirinya sedang dipolitisasi, JK merasa rentetan serangan hukum dan tuduhan terhadap dirinya muncul setelah ia melaporkan Rismon Sianipar ke polisi atas tudingan pendanaan isu ijazah. (red)

