Kapal Tanker Pertamina Terjebak Lagi
AKSINEWS.COM – Situasi keamanan di jalur perdagangan laut internasional kembali memanas setelah pemerintah Iran memutuskan untuk menutup kembali Selat Hormuz pada Sabtu kemarin. Langkah mendadak ini memupus harapan normalisasi jalur distribusi energi global yang baru saja dibuka selama beberapa jam pasca kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada Jumat lalu.
Keputusan penutupan kembali ini disampaikan langsung oleh komando militer pusat Iran melalui televisi pemerintah. Teheran menuduh Amerika Serikat telah melanggar janji dengan tetap melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang menuju maupun berasal dari pelabuhan Iran. Pihak Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada dalam kendali ketat hingga Washington memulihkan kebebasan bergerak bagi seluruh kapal yang memiliki kepentingan dengan Iran.
Kondisi ini berdampak langsung pada operasional PT Pertamina International Shipping yang tengah berupaya memulangkan aset mereka. Dua kapal tanker raksasa milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dilaporkan kembali tertahan di wilayah Teluk Persia. Berdasarkan data pelacak Vessel Finder, Pertamina Pride saat ini masih terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, sementara Kapal Gamsunoro tertahan di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.
Padahal, pihak Pertamina sebelumnya telah bergerak cepat menyusun rencana pelayaran atau passage plan sesaat setelah selat tersebut dibuka pada Jumat. Rencana tersebut mencakup mitigasi risiko, navigasi elektronik, hingga koordinasi intensif dengan berbagai pihak otoritas.
Pejabat Sementara Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menyatakan bahwa pihaknya kini dalam posisi siaga penuh untuk memantau situasi secara intensif. PIS juga terus melakukan komunikasi diplomatik melalui Kementerian Luar Negeri RI guna memastikan jalur komunikasi dengan otoritas setempat tetap terbuka.
Selain berkoordinasi dengan pemerintah, Pertamina juga menjalin komunikasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, dan pemilik kargo. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh awak kapal serta keamanan muatan di tengah ketidakpastian geopolitik yang kembali memuncak di kawasan tersebut.
Penutupan kembali Selat Hormuz ini menjadi pukulan telak bagi lalu lintas maritim dunia, mengingat lebih dari selusin kapal komersial sempat melintas dalam jendela waktu singkat sebelum blokade kembali diberlakukan. Hingga kini, belum ada kepastian kapan jalur vital tersebut akan dibuka kembali secara permanen bagi pelayaran internasional. (red)

