Amien Rais Soroti Kedekatan Prabowo dan Teddy Indra Wijaya
AKSINEWS.COM – Pernyataan politikus senior Amien Rais mengenai kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memicu polemik luas. Setelah videonya viral dan mendapat respons keras dari pemerintah, Ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut kembali memberikan penjelasan tambahan terkait pandangannya yang dinilai kontroversial.
Ditemui usai acara Munas Partai Ummat di Sleman pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, Amien Rais mengungkapkan bahwa penilaiannya terhadap Teddy didasarkan pada informasi yang ia himpun dari berbagai sumber, mulai dari media sosial hingga media cetak. Ia mengeklaim menemukan adanya indikasi sesuatu yang sangat tidak biasa atau something very unusual pada sosok Teddy Indra Wijaya. Berdasarkan temuan tersebut, Amien berpendapat bahwa Teddy tidak seharusnya diberikan porsi kekuasaan yang terlalu besar di lingkungan istana.
Amien juga membandingkan situasi saat ini dengan pengalamannya mengenal Prabowo Subianto di masa lalu. Ia menceritakan kedekatannya dengan Prabowo sekitar sepuluh tahun silam, di mana ia sering menginap dan berdiskusi hingga larut malam di Hambalang maupun Kertanegara. Menurut pengamatannya kala itu, tidak ditemukan kecenderungan atau indikasi perilaku pada diri Prabowo yang menyerupai apa yang ia lihat pada Teddy saat ini.
Menanggapi tudingan bahwa pernyataannya memicu kegaduhan, Amien menegaskan bahwa apa yang disampaikannya adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi. Ia meyakini demokrasi hanya dapat berjalan baik jika hak warga negara untuk mengeluarkan pendapat tidak dibatasi atau diberangus, meskipun pendapat tersebut bertentangan dengan penguasa. Bagi Amien, perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam negara demokrasi, terutama menyangkut isu strategis yang berkaitan dengan nasib bangsa.
Sebelumnya, polemik ini bermula dari unggahan video di kanal YouTube pribadi Amien Rais yang berjudul “JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL”. Video berdurasi delapan menit tersebut sempat beredar luas sebelum akhirnya hilang dari akses publik. Konten video itu pun memicu reaksi cepat dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai pernyataan Amien Rais tersebut bukan sekadar kritik, melainkan bentuk pembunuhan karakter terhadap Presiden. Dalam keterangan resminya, Meutya menegaskan bahwa konten tersebut mengandung unsur hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian yang tidak memiliki dasar fakta. Pemerintah menganggap narasi yang dibangun Amien Rais berpotensi merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara serta dapat memecah belah masyarakat melalui provokasi yang menciptakan kegaduhan publik. (red)

