Iran Tantang Balik Ancaman ‘Api dan Amarah’ Donald Trump
AKSINEWS.COM – Kepala keamanan Iran, Ali Larijani, memberikan respons menohok terhadap gertakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan meluncurkan serangan 20 kali lebih dahsyat ke wilayah Iran. Larijani menegaskan bahwa bangsa Iran sama sekali tidak gentar dan menganggap pernyataan Trump tersebut hanyalah ancaman kosong belaka.
Melalui unggahan di media sosial X pada Selasa, 10 Maret 2026, Larijani menyatakan bahwa sejarah telah membuktikan bangsa Iran tetap berdiri kokoh meski menghadapi tekanan dari pihak-pihak yang lebih kuat dari Trump. Ia bahkan menyematkan pesan peringatan balik yang bernada ancaman agar Trump lebih berhati-hati menjaga keselamatan dirinya sendiri agar tidak dieliminasi.
Ketegangan terbaru ini dipicu oleh pernyataan keras Donald Trump melalui platform Truth Social. Trump memperingatkan Teheran terkait aktivitas di Selat Hormuz, jalur maritim paling strategis bagi pasokan energi global. Trump mengancam akan menghantam Iran puluhan kali lebih keras jika negara tersebut berani menghentikan atau memblokir aliran minyak melalui jalur perairan tersebut secara berkelanjutan.
Trump sesumbar bahwa militer Amerika Serikat siap menghancurkan target-target vital yang akan membuat Iran hampir mustahil untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara. Ia menggambarkan potensi serangan tersebut sebagai kematian, api, dan amarah, meskipun ia tetap menyelipkan harapan agar konfrontasi militer tersebut tidak benar-benar terjadi.
Trump membingkai sikap agresifnya tersebut sebagai langkah untuk melindungi pasar energi internasional. Ia mengklaim tindakan AS dalam menjaga Selat Hormuz merupakan hadiah bagi negara-negara pengguna jalur tersebut, termasuk China, dan berharap langkah ini diapresiasi oleh dunia internasional. Namun, tanggapan keras dari Larijani menunjukkan bahwa retorika Washington justru memperuncing konfrontasi diplomatik kedua negara di awal tahun 2026 ini. (red)

