Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Dampak Geopolitik Global
AKSINEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rangkaian rapat internal maraton bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Pertemuan yang berlangsung pada Minggu (8/3) hingga Senin (9/3) tersebut difokuskan pada penguatan ketahanan nasional di tengah guncangan ekonomi global dan persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa agenda utama dalam pertemuan hari Senin mencakup evaluasi mendalam terhadap program swasembada pangan, energi, serta ketersediaan pasokan minyak. Pemerintah berupaya memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga komoditas internasional.
Selain isu swasembada, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada kesiapan menjelang Lebaran. Pemerintah berkomitmen menjamin kelancaran ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG demi menjaga stabilitas harga di pasar. Koordinasi lintas sektoral ini melibatkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta sejumlah menteri teknis lainnya.
Sehari sebelumnya, Presiden juga memimpin lima rapat berbeda yang membahas aspek pertahanan dan keamanan nasional. Fokus pembicaraan meliputi kesiapan arus mudik yang diperkirakan mulai meningkat dalam waktu dekat, serta analisis mendalam mengenai dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.
Kondisi geopolitik global tersebut diakui berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dalam negeri. Eskalasi konflik internasional telah memicu lonjakan harga minyak dunia yang berimbas pada melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp17.000 pada perdagangan Senin (9/3).
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memperingatkan adanya potensi tekanan berat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut perhitungannya, defisit anggaran dapat melebar hingga Rp314 triliun jika tren kenaikan harga minyak terus berlanjut. Bhima bahkan mengibaratkan kondisi ini sebagai tekanan fiskal terburuk bagi Indonesia sejak masa pandemi Covid-19.
Rapat di Hambalang juga dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin untuk memastikan stabilitas keamanan nasional tetap kondusif selama periode krusial menjelang Idul Fitri di tengah ketidakpastian ekonomi global.

