Israel Ancam Buru Penerus Ali Khamenei
AKSINEWS.COM – Militer Israel (IDF) mengeluarkan ancaman terbuka untuk menargetkan siapa pun yang ditunjuk sebagai pengganti Ali Khamenei, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran tersebut dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Melalui pernyataan resmi dalam bahasa Farsi, IDF menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu tokoh-tokoh yang terlibat dalam proses transisi kekuasaan di Teheran. Israel menyatakan bahwa jangkauan militernya tidak akan berhenti pada satu figur, melainkan akan mengejar setiap penerus serta individu yang memfasilitasi pengangkatannya.
Ancaman ini secara spesifik menyasar kalangan ulama Iran yang memegang peran sentral dalam menentukan arah kepemimpinan negara. IDF menekankan tidak akan ragu untuk melakukan serangan terhadap anggota lembaga ulama yang terlibat dalam proses pemilihan tersebut.
Langkah keras Israel ini muncul setelah Majelis Pakar Iran secara resmi mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru pada Senin kemarin. Keputusan tersebut diambil setelah majelis melakukan pertimbangan intensif selama sepekan di tengah situasi kawasan yang kian membara.
Pejabat keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani, menilai bahwa penunjukan Mojtaba merupakan bukti kegagalan strategi Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, upaya kedua negara tersebut untuk memanfaatkan kematian Ali Khamenei guna memicu instabilitas politik di dalam negeri Iran tidak membuahkan hasil.
Sebelumnya, Israel dilaporkan sempat melancarkan serangan udara ke markas Majelis Pakar di kota suci Qom. Namun, serangan tersebut diklaim gagal mengganggu jalannya proses suksesi kepemimpinan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan secara terbuka bahwa perubahan rezim di Iran merupakan salah satu tujuan utama dari operasi militer yang sedang berlangsung. Trump bahkan menuntut agar Iran melakukan penyerahan diri tanpa syarat guna mengakhiri konflik.

