Iran Ancam Balasan Mematikan Terhadap AS-Israel
AKSINEWS.COM – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangan udara gabungan ke wilayah Iran sejak Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Menanggapi agresi besar-besaran tersebut, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengeluarkan peringatan keras bahwa Teheran akan segera memberikan balasan yang setimpal.
Larijani menegaskan bahwa para prajurit dan bangsa Iran tidak akan tinggal diam melihat kedaulatan mereka diinjak-injak. Menurut laporan kantor berita resmi IRNA yang dikutip Al Jazeera, ia menyatakan bahwa Iran akan memberikan pelajaran yang tidak terlupakan kepada pihak-pihak yang ia sebut sebagai penindas keji internasional.
Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) mengonfirmasi bahwa serangan gabungan tersebut menghantam lebih dari 20 dari total 31 provinsi di Iran. Bahkan, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian disebut-sebut menjadi target utama dalam operasi militer yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv tersebut.
Tragedi kemanusiaan yang memilukan juga dilaporkan terjadi di wilayah selatan. Serangan udara dilaporkan menghantam sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Provinsi Hormozgan. Kantor berita Tasnim dan Fars melaporkan sedikitnya 50 siswa berusia tujuh hingga 12 tahun tewas dalam insiden tersebut. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan karena banyak korban yang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan sekolah yang hancur.
Situasi semakin memanas setelah Iran dilaporkan langsung meluncurkan aksi balasan cepat. Teheran mulai membidik sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah. Laporan terbaru menyebutkan serangan balasan Iran telah menyasar titik-titik strategis militer AS yang berada di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania. Eskalasi ini dikhawatirkan akan memicu perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut. (red)
“This article was produced with assistance from generative AI and edited by AKSINEWS.COM staff.”

