Puluhan Nasabah Bank Jambi Keluhkan Saldo Hilang Secara Misterius
AKSINEWS.COM – Puluhan nasabah Bank Jambi mendatangi Kantor Cabang Bank Jambi di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat, sekitar pukul 11.00 WIB. Mayoritas massa yang hadir merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merasa khawatir atas keamanan dana mereka.
Mereka menuntut penjelasan segera dari pihak manajemen terkait berkurangnya saldo tanpa adanya transaksi yang dilakukan. ”Iya benar (saldo berkurang), tapi saya belum cek pasti berapa jumlah total yang hilang,” ujar salah satu nasabah yang mendatangi kantor cabang Kuala Tungkal, dikutip dari serambijambi.id.
Selain persoalan saldo yang menyusut, nasabah juga mengeluhkan lumpuhnya total akses layanan digital. Informasi yang beredar di berbagai platform media sosial, aplikasi mobile banking Bank Jambi tidak dapat diakses sama sekali. Kondisi ini diperparah dengan kegagalan transaksi di mesin ATM, sehingga nasabah tidak dapat melakukan penarikan tunai maupun transfer.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Bank Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti dari gangguan sistem maupun laporan hilangnya dana nasabah tersebut. Situasi di lokasi saat ini terus menjadi perhatian publik, sementara masyarakat menantikan klarifikasi resmi untuk menjelaskan duduk perkara peristiwa ini.
Ironi di Tengah Komitmen Keamanan
Insiden ini terjadi tak lama setelah Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, SE, MM, memberikan pernyataan tegas mengenai komitmen perusahaan terhadap keamanan nasabah. Dalam berbagai kesempatan, Khairul menekankan bahwa kenyamanan dan keamanan merupakan core value serta fondasi utama dalam seluruh aktivitas operasional Bank Jambi.
Ia menyebutkan bahwa di tengah percepatan transformasi digital, Bank Jambi terus memperkuat manajemen risiko, sistem pengendalian internal, serta perlindungan data nasabah. Pihak bank mengklaim telah meningkatkan infrastruktur teknologi informasi dan pengawasan transaksi elektronik sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
”Kepercayaan publik adalah modal utama perbankan. Karena itu, Bank Jambi berkomitmen menjaga integritas sistem dan keamanan transaksi agar nasabah merasa aman dan terlindungi,” tegas Khairul, dikutip dari laman resmi Bank Jambi.
Khairul juga sempat memaparkan bahwa Bank Jambi tengah melakukan transformasi kultural agar seluruh jajaran memiliki pola pikir yang berorientasi pada nasabah (customer-oriented mindset). Sebagai bank milik masyarakat Jambi, perusahaan memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga stabilitas keuangan dan profesionalisme.
Namun, dengan terjadinya gangguan sistem massal dan laporan hilangnya saldo hari ini, komitmen tersebut kini tengah diuji. Para nasabah berharap pihak manajemen segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan sistem dan menjamin keamanan dana mereka agar kepercayaan publik tidak semakin tergerus. (red)

