Bye-bye Impor Avtur! RI Targetkan Mandiri di 2027 Lewat Kilang Balikpapan
AKSINEWS.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memasang target ambisius untuk menghentikan total impor bahan bakar pesawat atau avtur pada tahun 2027. Optimisme ini muncul seiring dengan mulai beroperasinya proyek raksasa Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Dilansir dari CNBC Indonesia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kilang Balikpapan menjadi kunci utama dalam memangkas ketergantungan energi dari luar negeri. Selain avtur, kilang ini difokuskan untuk memproduksi BBM berkualitas tinggi seperti RON 92, 95, hingga 98.
Target setop impor avtur pada 2027 sesuai arahan Presiden. Ke depan, Indonesia diharapkan hanya mengimpor minyak mentah (crude), bukan produk jadi. Beroperasinya kilang Balikpapan diprediksi mampu menyelamatkan devisa negara hingga Rp60 triliun.
Kapasitas produksi bensin nasional akan bertambah 5,8 juta kiloliter (kl) per tahun. Meski konsumsi nasional mencapai 38 juta kl, tambahan ini sukses menekan angka impor bensin hingga tersisa sekitar 19 juta kl.
Tak hanya avtur dan bensin, nasib impor solar justru jauh lebih hijau. Bahlil menyebutkan bahwa swasembada solar akan tercapai dalam waktu yang lebih singkat berkat kombinasi peningkatan kapasitas kilang dan kebijakan mandatori biodiesel (B40 hingga B50).
”Impor kita tinggal 5 juta kl, jadi tertutupi (oleh produksi baru), bahkan kita bisa surplus 1,4 juta kl untuk jenis solar CN48,” ujar Bahlil dalam peresmian RDMP Balikpapan, Selasa (13/1/2026).
Jenis solar CN51 yang saat ini masih impor sekitar 600 ribu kl, Menteri ESDM telah meminta Pertamina untuk segera menggenjot produksi di semester kedua agar ketergantungan impor benar-benar hilang.
Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menstabilkan ekonomi domestik dari fluktuasi harga energi global.
red

