BeritaNasional

Panglima TNI Pastikan Tindak Tegas Provokator Pengganggu Pemulihan Bencana di Aceh

​AKSINEWS.COM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan akan menindak tegas kelompok provokator yang berupaya mengganggu proses pemulihan pascabencana di Aceh. Pernyataan ini merespons insiden pembubaran aksi massa di Lhokseumawe yang sempat viral di media sosial.

​”Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi, yang mengganggu proses tersebut. Saya akan tindak tegas kalau ada kelompok-kelompok seperti itu,” ujar Jenderal Agus Subiyanto dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

​​Insiden bermula saat sekelompok massa menggelar aksi demonstrasi dan konvoi di Lhokseumawe pada Kamis (25/12) hingga Jumat (26/12) dini hari. Massa dilaporkan mengibarkan bendera Bulan Bintang yang identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

​Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi memicu reaksi publik dan mengganggu ketertiban umum di tengah upaya pemulihan bencana.

​”Pelarangan pengibaran bendera Bulan Bintang didasarkan pada hukum yang berlaku karena identik dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI sesuai PP Nomor 77 Tahun 2007 dan UU Nomor 24 Tahun 2009,” jelas Freddy.

​​Aparat gabungan dari Korem 011/Lilawangsa, Kodim 0103/Aceh Utara, dan Polres Lhokseumawe awalnya mengedepankan langkah persuasif dengan mengimbau massa untuk membubarkan diri. Namun, karena imbauan diabaikan, petugas melakukan pembubaran terukur.

​Petugas menemukan barang bukti berupa ​1 pucuk senjata api jenis Colt M1911, amunisi dan magasin serta senjata tajam jenis rencong. ​Pelaku yang membawa senjata tersebut telah diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

​​TNI menyayangkan beredarnya potongan video di media sosial yang disertai narasi tidak benar atau mendiskreditkan institusi. Freddy menegaskan bahwa koordinator aksi telah menyatakan kejadian tersebut hanya selisih paham dan sepakat untuk berdamai dengan aparat.

​”TNI berkomitmen menjaga Aceh tetap aman, damai, dan dalam bingkai NKRI, terutama agar masyarakat dapat fokus pada pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana,” tutup Freddy.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *