Saat Kekayaan Ibu Pertiwi “Bocor” ke Negeri Tanpa Tambang
AKSINEWS.COM – Di atas mimbar Universitas Hasanuddin, Kamis (11/12), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tidak hanya sedang memberikan kuliah umum biasa. Ia sedang membunyikan alarm peringatan tentang kedaulatan bangsa yang perlahan terkikis, bukan oleh bedil atau agresi militer, melainkan melalui lubang-lubang tambang yang tak terjaga.
Sjafrie membuka tabir sebuah paradoks yang menyesakkan dada. Di panggung perdagangan global, terdapat sebuah negara yang secara geografis tidak memiliki satu pun urat timah di tanahnya. Namun, secara ajaib, negara tersebut mampu bertengger dalam daftar sepuluh besar eksportir timah dunia.
”Dari mana bisa terjadi? Itu karena kita tidak menjaga sumber daya alam kita, sehingga terjadilah illegal mining,” ujar Sjafrie dengan nada penuh penekanan, seperti dilansir CNBC Indonesia.
Kisah “pencurian” ini bukanlah cerita baru, melainkan luka lama yang kembali menganga. Indonesia, melalui Bangka Belitung, adalah raksasa timah dunia. Namun, statistik yang dipaparkan Menhan menunjukkan potret yang timpang.
Tahun 1977 – 1998, Indonesia sempat berhasil menekan penyelundupan selama 21 tahun. Kemudian, pada Tahun 1998 hingga September 2025, hanya 20% produksi timah nasional yang tercatat dan dikelola negara melalui PT Timah. Sisanya 80% meluncur ke luar negeri tanpa pajak, tanpa royalti, dan tanpa kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Bagi Sjafrie, angka 80 persen tersebut bukan sekadar data ekonomi, melainkan bentuk penjajahan gaya baru. Kekayaan alam Indonesia “disedot” habis-habisan oleh pihak luar yang hanya bermodalkan ambisi tanpa memiliki kekayaan asli.
Di hadapan para mahasiswa, Menhan menegaskan bahwa tugas pertahanan negara hari ini bukan sekadar menjaga perbatasan darat dan laut, tetapi juga melindungi tiap butir kekayaan alam agar tidak dicuri.
Ia mengajak generasi muda untuk peduli, sebab jika praktik ini dibiarkan, masa depan Indonesia hanya akan menyisakan lubang bekas tambang yang gersang.
”Apakah kita mau membiarkan ini untuk nanti adik-adik mahasiswa akan menjadi negara miskin karena kekayaan alamnya disedot terus ke luar negeri?” tantangnya kepada audiens.
Pesan Sjafrie Sjamsoeddin jelas, Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi penonton saat kekayaannya memperkaya bangsa lain. Menjaga timah, nikel, dan hasil bumi lainnya adalah garda terdepan pertahanan kedaulatan Indonesia di masa kini.
red

