BeritaDaerah

Banjir dan Longsor Terjang Sumatera Utara: 13 Orang Meninggal, Ratusan Rumah Rusak

AKSINEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melaporkan dampak parah dari bencana hidrometeorologi, yaitu banjir dan tanah longsor, yang melanda tujuh kabupaten/kota di provinsi tersebut. Hingga pukul 08.00 WIB pagi ini, sebanyak 13 korban dinyatakan meninggal dunia dan tiga orang masih dinyatakan hilang.

​Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi mulai Sabtu (22/11) hingga Selasa (25/11), menyebabkan meluapnya sejumlah sungai dan memicu tanah longsor. Tujuh kabupaten/kota yang terdampak meliputi Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Nias Selatan, dan Padangsidimpuan.

Korban Jiwa dan Luka

​Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, merinci bahwa belasan korban meninggal dunia terkonsentrasi di dua kabupaten.

​Di Kabupaten Tapanuli Selatan, sembilan korban meninggal dunia, enam di antaranya berada di Kecamatan Batangtoru, satu orang di Kecamatan Sipirok, dan satu orang di Kecamatan Angkola Barat. Sementara itu, empat korban meninggal dunia di Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, yang tertimbun material longsor di dalam rumah mereka.

​Selain korban meninggal, tercatat ada 37 orang mengalami luka-luka. Tiga orang di Tapanuli Selatan masih dinyatakan hilang, dan satu korban hilang juga dilaporkan di Padangsidimpuan.

Kerusakan Infrastruktur dan Pengungsi

​Dampak kerusakan infrastruktur juga meluas. Di Tapanuli Selatan, total 330 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 12 rusak berat, enam rusak sedang, dan 312 rusak ringan, ditambah satu unit sekolah rusak.

​Di Mandailing Natal, sebanyak 561 kepala keluarga atau 2.244 jiwa terpaksa mengungsi. Bencana ini juga merusak 13 unit rumah rusak berat, satu unit sekolah, dan merendam 85 hektare lahan pertanian warga.

​Sementara di Tapanuli Utara, 19 kepala keluarga menginap di pengungsian. Kerusakan yang tercatat adalah lima unit rumah rusak berat, 64 unit rumah rusak ringan, empat titik ruas jalan rusak, dan satu jembatan terputus.

​Di Nias Selatan, dilaporkan satu rumah rusak berat dan satu ruas jalan terganggu. Sementara di Padangsidimpuan, selain satu korban hilang, sebanyak 220 jiwa kini tinggal di pengungsian.

​BPBD Provinsi Sumut menyatakan bahwa pendataan kerugian di Tapanuli Tengah masih terus dilakukan.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *