Mengapa Texas Jadi Episentrum Baru Narasi Anti-Islam di Amerika Serikat?
AKSINEWS.COM – Texas kini muncul sebagai garis depan baru dalam politik identitas di Amerika Serikat melalui serangkaian kebijakan ketat Gubernur Greg Abbott. Pemerintah negara bagian tersebut meluncurkan agenda sistematis untuk membendung apa yang mereka sebut sebagai “Islamisasi Texas.”
Langkah ini dimulai sejak Februari 2025 ketika Abbott melabeli proyek perumahan di East Plano sebagai ancaman “kota syariah.” Tak lama berselang, pemerintah negara bagian menetapkan organisasi CAIR sebagai entitas teroris dan melarang mereka melakukan transaksi lahan.
Narasi yang diusung oleh para politisi konservatif kini bergeser dari sekadar ketakutan akan terorisme luar negeri menjadi kekhawatiran atas perubahan identitas internal Amerika. Tokoh-tokoh Partai Republik pun semakin gencar mempromosikan gagasan nasionalisme Kristen sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Data dari Centre for the Study of Organised Hate mencatat lonjakan drastis unggahan anti-Muslim oleh para pejabat Partai Republik dalam 13 bulan terakhir. Sentimen ini bahkan merambah ke wilayah legislasi, dengan munculnya berbagai usulan undang-undang yang bertujuan menghambat pengaruh syariah di tingkat negara bagian maupun federal.
Pemerintah Texas juga melakukan intervensi pendidikan dengan mengubah kurikulum sekolah agar lebih menonjolkan ajaran Alkitab dan membatasi materi mengenai keyakinan Islam. Kebijakan ini memicu perlawanan hukum, di mana beberapa hakim federal mulai memblokir langkah-langkah diskriminatif yang dianggap melanggar kebebasan beragama.
Meski menghadapi tantangan hukum, Partai Republik Texas tetap berkomitmen untuk menjadikan isu ini sebagai prioritas legislasi utama bagi pemilih konservatif. Agenda ini diprediksi akan terus berlanjut saat para legislator kembali bersidang pada Januari mendatang.
Menariknya, eskalasi politik ini terjadi di tengah lanskap keagamaan Amerika yang sebenarnya relatif stabil menurut sensus tahun 2025. Meskipun penganut Kristen kulit putih mengalami penurunan dalam jangka panjang, komposisi demografi agama di Amerika tidak menunjukkan perubahan signifikan selama setahun terakhir. (red)

