Iran Balas Serang Pangkalan Militer AS
AKSINEWS.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah pertempuran sengit pecah sejak 22 Juni lalu. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 38 orang tewas dan lebih dari 400 warga terluka akibat gelombang serangan udara yang dilancarkan pihak AS.
Washington menyatakan bahwa serangan intensif tersebut dilakukan guna melumpuhkan kemampuan Teheran dalam mengancam jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sementara itu, Presiden Donald Trump memberikan peringatan keras bahwa AS siap menargetkan infrastruktur vital Iran jika negara tersebut menolak kembali ke meja perundingan.
Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Trump tetap membuka ruang diplomasi untuk menyelesaikan konflik yang sedang terjadi. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut bahwa komunikasi tetap terjalin meski AS akan tetap memberikan konsekuensi tegas atas gangguan keamanan di Selat Hormuz.
Sebagai bentuk pembalasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap berbagai pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Serangan tersebut menyasar radar militer di Oman serta sejumlah infrastruktur pendukung militer AS yang berada di wilayah Kuwait, Bahrain, dan Qatar.
Pihak Iran menyatakan bahwa tindakan militer tersebut merupakan respons atas kerusakan fasilitas sipil dan jatuhnya korban jiwa di wilayah mereka. Hingga saat ini, otoritas terkait di negara-negara Teluk maupun pihak AS belum memberikan konfirmasi resmi mengenai dampak kerusakan akibat serangan balasan dari pihak Iran tersebut. (red)

