Mantan Kepala BAIS Tegaskan Tim Pengawas Intelijen DPR Tak Berguna dan Salah Kaprah
AKSINEWS.COM – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto, melontarkan kritik tajam terkait keberadaan Tim Pengawas Intelijen di DPR RI. Ponto menegaskan bahwa parlemen sebenarnya tidak memiliki kapasitas maupun kewenangan teknis untuk menyentuh ranah kerja intelijen yang bersifat sangat rahasia.
Dalam Seminar Intelijen di Universitas Indonesia, Salemba, Ponto menyatakan bahwa sejak awal pembentukannya, tim pengawas tersebut tidak memberikan manfaat nyata. Hal ini dikarenakan karakteristik operasi intelijen yang penuh kerahasiaan, di mana apa yang tampak di permukaan belum tentu mencerminkan fakta yang sebenarnya.
Ponto menggunakan analogi “Manusia dan Pisau” untuk menjelaskan posisi lembaga intelijen. Menurutnya, intelijen hanyalah sebuah alat atau pisau yang tidak memiliki kehendak sendiri. Kehendak dan tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan pemegang pisau, yakni pimpinan negara seperti Presiden, Panglima TNI, atau Menteri.
Ia menekankan bahwa jika DPR ingin menjalankan fungsi pengawasan, sasaran yang harus diawasi adalah para pemegang kebijakan tersebut, bukan justru berupaya masuk ke dalam unit kerja intelijennya. Menurut Ponto, DPR hanya berwenang melihat kinerja kementerian atau lembaga secara makro melalui fungsi anggaran dan pengawasan umum.
Secara teori intelijen, Ponto menyebut mustahil bagi anggota dewan untuk meminta laporan detail mengenai operasi, metode, hingga identitas sumber di lapangan. Ia mengingatkan bahwa data intelijen bersifat sangat tertutup, sehingga permintaan laporan operasi oleh parlemen adalah hal yang tidak masuk akal. Bahkan, ia menyindir bahwa jika pun data tersebut diberikan kepada DPR, kebenarannya belum tentu bisa dipertanggungjawabkan karena sifat kerahasiaan tersebut.
Kritik ini sekaligus menjadi pengingat bagi DPR RI agar tetap fokus pada fungsi konstitusionalnya tanpa harus mencampuri teknis operasional intelijen yang berada di bawah kendali eksekutif. (red)

