BeritaRagam

Waspada Cuaca Ekstrem: Panduan Keselamatan Libur Panjang Natal dan Tahun Baru

AKSINEWS.COM – ​Periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini bertepatan dengan puncak musim hujan yang disertai fenomena cuaca ekstrem. BMKG memperingatkan adanya potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia yang dapat mengganggu mobilitas serta keamanan wisatawan.

​Berikut adalah panduan kewaspadaan untuk memastikan perjalanan tetap aman yang harus diperhatikan:

​Pantau secara rutin aplikasi Info BMKG atau akun media sosial resmi otoritas setempat. Jangan hanya mengandalkan perkiraan cuaca harian, tapi perhatikan juga peringatan dini (early warning).

​Hindari rute perjalanan yang membelah tebing (rawan longsor) atau daerah cekungan (rawan banjir) jika intensitas hujan sedang tinggi.

​Pastikan wiper berfungsi sempurna, lampu kabut (fog lamp) menyala, dan alur ban dalam kondisi baik untuk mencegah slip saat jalanan basah (aquaplaning).

​Hindari berenang atau melakukan aktivitas laut jika terdapat peringatan gelombang tinggi. Selalu patuhi rambu-rambu larangan yang dipasang petugas pantai.

​Waspadai potensi pohon tumbang akibat angin kencang. Bagi pendaki atau pengelola glamping, perhatikan stabilitas tanah di area sekitar tenda/bangunan.

​Pertimbangkan untuk memiliki rencana cadangan (Plan B) dengan memilih destinasi wisata dalam ruangan (mall, museum, atau galeri) jika cuaca tidak memungkinkan untuk aktivitas outdoor.

​Jika jarak pandang berkurang drastis akibat hujan lebat, segera cari tempat parkir yang aman (rest area atau SPBU). Hindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho.

​Pastikan tangki bahan bakar terisi cukup dan bawa cadangan makanan serta obat-obatan untuk mengantisipasi kemacetan panjang akibat pengalihan arus atau banjir.

​​Penting untuk menyimpan nomor-nomor darurat di ponsel Anda, seperti ​Ambulance, ​Basarnas, Polisi dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sesuai wilayah setempat.

​Kewaspadaan bukan berarti membatalkan liburan, melainkan menggeser fokus dari sekadar “kesenangan” menjadi “keselamatan”. Tetaplah fleksibel dengan rencana perjalanan Anda demi menghindari risiko bencana.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *