BeritaNasional

Lirboyo Buka Gerbang Mediasi, Siap Jadi Juru Damai Polemik PBNU

​AKSINEWS.COM – Kabar gembira datang dari jantung tradisi Nahdlatul Ulama. Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, secara resmi menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah pertemuan penting bagi ulama dan kiai NU.

Pertemuan ini bertujuan tunggal, yakni menyelesaikan polemik internal yang tengah mengguncang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

​Juru Bicara Pesantren Lirboyo, KH Oing Abdul Muid Shohib atau Gus Muid, mengonfirmasi bahwa inisiatif ini telah mendapat restu dan lampu hijau penuh dari dua pengasuh utama pesantren, KH Anwar Manshur dan KH Kafabihi Mahrus. Kesediaan ini didasari oleh rasa keprihatinan mendalam terhadap kondisi organisasi NU saat ini.

​Meski Lirboyo siap menjadi fasilitator, Gus Muid menekankan dua ketentuan yang harus dipenuhi. Pertama dan yang paling utama, pertemuan ini harus dihadiri oleh kedua belah pihak yang sedang berkonflik dalam jajaran PBNU.

Ia menegaskan, Lirboyo hanya bersedia menjadi tuan rumah jika meja perundingan dihadiri oleh kubu-kubu yang berseteru. Siapa pihak-pihak itu? Gus Muid memilih tak menyebut nama, meyakini publik sudah mengetahui aktor utama konflik tersebut.

​Syarat kedua, mediasi ini wajib mengundang para kiai sepuh yang berada di jajaran Syuriyah PBNU, serta para pengasuh pondok pesantren. Gus Muid beralasan, para Ashabul Ma’had (pemangku pesantren) adalah ‘pemilik’ hakiki dari Nahdlatul Ulama, sehingga kehadiran mereka mutlak diperlukan untuk mengambil keputusan.

​Rencana pertemuan ini sebelumnya telah diungkap oleh Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang berharap Lirboyo bisa menjadi pembuka jalan menuju islah.

​Konflik ini sendiri bermula dari beredarnya risalah rapat harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025. Risalah yang ditandatangani Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, itu mendesak Gus Yahya mundur dari jabatannya, salah satunya terkait isu undangan narasumber dari jaringan zionisme internasional dalam sebuah acara PBNU, yang dinilai melanggar ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah.

​Namun, Gus Yahya dengan tegas menyatakan tidak akan mundur. Ia berargumen bahwa rapat harian Syuriyah tidak memiliki legal standing atau hak untuk memberhentikan dirinya sebagai mandataris.

Kini, semua mata tertuju pada Lirboyo. Kapan pertemuan itu akan digelar, hanya menunggu kata sepakat dari para pihak yang bersedia duduk bersama di bawah payung pesantren Lirboyo.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *