PSI Minta PDIP Berhenti Urusi Jokowi dan Fokus Benahi Internal Partai
AKSINEWS.COM – Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus melontarkan kritik tajam kepada politikus PDIP Guntur Romli terkait pernyataannya mengenai status Joko Widodo di PDIP. Bestari menyayangkan narasi yang disampaikan Guntur Romli yang menyebut Presiden ke-7 RI tersebut dipecat oleh partai. Menurut Bestari, pernyataan tersebut dinilai sangat tidak layak disampaikan oleh tokoh dari partai besar yang seharusnya memiliki standar pendidikan politik yang lebih baik di mata masyarakat.
Bestari menilai bahwa reaksi negatif yang terus dimunculkan oleh jajaran PDIP terhadap Jokowi merupakan cerminan dari rasa sakit hati yang mendalam. Ia berpendapat bahwa kekecewaan karena ditinggalkan oleh sosok Jokowi telah tertanam kuat di hati para kader partai berlambang banteng tersebut. Oleh karena itu, Bestari menyarankan agar PDIP melakukan evaluasi internal dan meningkatkan kedewasaan dalam berpolitik agar tidak terus-menerus terjebak dalam sentimen masa lalu.
Terkait perdebatan mengenai status keanggotaan Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maupun Bobby Nasution di PDIP, Bestari menganggap hal tersebut hanyalah bagian dari mekanisme partai. Baginya, polemik mengenai apakah mereka keluar atau dikeluarkan tidak lagi menjadi substansi penting. Ia bahkan meyakini bahwa banyak masyarakat justru merasa senang melihat perubahan posisi politik tokoh-tokoh tersebut di luar PDIP.
Lebih jauh, Bestari menyinggung perlakuan yang menurutnya kurang pantas diterima Jokowi saat masih berada di PDIP. Ia menyoroti beberapa momen publik yang memperlihatkan Jokowi seolah-olah tidak diperlakukan dengan kehormatan yang layak sebagai seorang pemimpin. Menurutnya, tindakan-tindakan tersebut justru menjadi alasan kuat mengapa banyak pihak merasa lega dengan perubahan situasi politik yang terjadi saat ini.
Bestari bahkan melabeli pernyataan Guntur Romli sebagai narasi yang tidak berkelas dan tidak memiliki bobot. Meskipun begitu, ia mengaku tetap menaruh simpati atas luapan emosi yang ditunjukkan oleh Guntur Romli sebagai representasi dari perasaan internal partainya. Baginya, reaksi tersebut merupakan bukti nyata dari kondisi psikologis politik yang sedang dialami oleh lawan bicaranya itu.
Bestari menegaskan agar PDIP tidak perlu mencampuri urusan internal PSI, terutama terkait kedekatan Jokowi dengan partai tersebut. Ia menegaskan bahwa PSI memiliki hak penuh untuk menjalin hubungan dengan siapapun, termasuk Jokowi yang telah diberikan jaket kehormatan sebagai simbol kebersamaan. Ia pun meminta pihak PDIP untuk lebih fokus mengurus partainya sendiri daripada terus memberikan komentar terhadap langkah politik pihak lain. (red)

