Mantan Ketua BEM UGM Ungkap Upaya Suap Bernilai Miliaran Rupiah
AKSINEWS.COM – Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengungkapkan sebuah pengalaman mengejutkan terkait tawaran kompromi dari pihak luar yang mencoba mendekatinya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tiyo membagikan cerita mengenai ajakan pertemuan dengan petinggi dari sebuah lembaga berbintang yang menjanjikan imbalan materi dalam jumlah besar. Pengakuan tersebut pun memicu perhatian publik mengingat rekam jejak Tiyo yang dikenal kritis dan vokal dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Peristiwa itu bermula ketika Tiyo dihubungi oleh seorang kenalan yang mengajaknya untuk bersilaturahmi. Karena merasa memiliki waktu luang, ia menerima ajakan tersebut tanpa menaruh kecurigaan. Namun, sesampainya di lokasi pertemuan, pembicaraan segera berbelok ke arah yang tidak terduga ketika sang perantara menyampaikan pesan bahwa seorang petinggi lembaga negara ingin menemuinya secara pribadi dengan tawaran memberikan apa pun yang diinginkan oleh Tiyo.
Tidak berhenti di sana, perantara tersebut bahkan memberikan contoh nyata dengan menyebutkan bahwa salah satu pimpinan organisasi gerakan nasional telah menerima jatah berupa modal bisnis warung bernilai miliaran rupiah di Jakarta. Tawaran tersebut tampak dirancang sebagai imbalan atas sikap lunak atau pergeseran posisi politik sang aktivis. Menanggapi godaan yang sangat menggiurkan tersebut, Tiyo justru menanggapinya dengan sikap tenang namun tegas.
Tiyo menolak tawaran tersebut secara halus dengan menyatakan bahwa ia tidak membutuhkan kemewahan. Ia menegaskan bahwa selama kebutuhannya untuk makan dan minum masih tercukupi, ia tidak tertarik untuk menggadaikan prinsip perjuangannya demi harta. Setelah melontarkan jawaban tersebut, ia memilih untuk segera beranjak pergi karena khawatir godaan materi tersebut justru melemahkan pendiriannya sebagai seorang aktivis.
Melalui unggahannya, Tiyo menjelaskan alasannya membuka kejadian ini ke ruang publik bukan untuk memosisikan diri sebagai pahlawan atau pribadi yang kebal godaan. Ia menekankan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang ingin tetap setia pada prinsip dan keyakinannya. Cerita ini ia bagikan sebagai pengingat bagi dirinya sendiri maupun publik agar senantiasa menjaga integritas di tengah godaan duniawi yang terus menguji loyalitas seseorang. (red)

