Inovasi Teknologi UNDIP Berhasil Tingkatkan Produksi Susu Sapi
AKSINEWS.COM – Tim peneliti Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Program IndoDairy 2 tengah mengembangkan sistem penyediaan air minum otomatis bagi peternak sapi perah rakyat. Inovasi ini hadir untuk menjawab tantangan ketersediaan air minum yang krusial bagi kesehatan, konsumsi pakan, dan produktivitas susu sapi.
Implementasi program ini menyasar wilayah sentra produksi susu di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Boyolali. Sebanyak 24 peternak percontohan di bawah naungan KUD Mojosongo telah mendapatkan fasilitas sistem air minum ad libitum tersebut.
Sebelum program ini berjalan, mayoritas peternak di Boyolali masih mengandalkan sistem pemberian air minum manual yang dicampur dengan pakan konsentrat atau “sistem komboran”. Padahal, ketersediaan air minum secara terus-menerus sangat vital bagi sapi perah untuk menghasilkan susu secara optimal.
Kini, program tersebut telah diperluas ke 28 peternak binaan lainnya di wilayah KUD Musuk, Boyolali. Ke depan, inovasi ini ditargetkan untuk direplikasi ke berbagai sentra peternakan sapi perah lainnya di seluruh Jawa Tengah.
Project Leader Tim IndoDairy UNDIP, Drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., menekankan bahwa pendampingan ini dilakukan secara komprehensif selama 18 bulan. Fokusnya mencakup pelatihan teknis, monitoring, hingga penguatan kapasitas koperasi agar inovasi dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Sistem ini bekerja sepenuhnya secara mekanis memanfaatkan prinsip kesetimbangan fluida melalui mekanisme floating valve atau katup pelampung. Tanpa menggunakan sensor elektronik maupun listrik, aliran air akan otomatis mengisi bak saat permukaan air turun karena diminum sapi.
Desain alat yang dirancang oleh Edi Prayitno, S.Pt., M.Si., ini disesuaikan khusus dengan karakteristik dan kondisi kandang sapi perah rakyat. Pendekatan mekanis ini membuat sistem menjadi jauh lebih murah, tahan terhadap kelembapan, dan sangat mudah dirawat oleh peternak.
Hasil awal menunjukkan dampak positif, di mana kondisi kesehatan sapi tampak lebih prima dengan bulu yang lebih halus dan mengilap. Para peternak juga melaporkan peningkatan kualitas susu serta kenaikan volume produksi sekitar satu liter per ekor setiap harinya.
Keberhasilan program ini membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus berbentuk teknologi rumit atau berbiaya mahal. Dengan menerapkan prinsip sains yang tepat guna, teknologi sederhana mampu memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan peternak dan kemajuan peternakan Indonesia. (red)

