Sungai Eufrat dan Tigris Menghadapi Ancaman Kekeringan Serius
AKSINEWS.COM – Sungai Eufrat dan Tigris, yang selama ribuan tahun menjadi sumber kehidupan peradaban besar Mesopotamia, kini menghadapi ancaman kekeringan yang serius. Fenomena ini dipicu oleh dampak perubahan iklim global serta terus menurunnya debit air secara drastis dalam beberapa dekade terakhir.
Wilayah yang terletak di Irak modern ini dikenal sebagai tempat lahirnya peradaban pertama dunia, termasuk kota kuno legendaris seperti Uruk dan Babilonia. Namun, sistem sungai terbesar di Asia Barat yang membentang dari Turki hingga Teluk Persia ini kini mengalami penurunan aliran air hingga hampir separuhnya.
Kondisi kritis ini diperparah oleh laporan Kementerian Sumber Daya Air yang memprediksi sungai tersebut bisa benar-benar kering pada tahun 2040. Data satelit bahkan mencatat hilangnya sekitar 144 kilometer kubik air tawar hanya dalam kurun waktu sepuluh tahun antara 2003 hingga 2013.
Situasi mengkhawatirkan ini turut dikaitkan dengan narasi dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa Sungai Eufrat akan mengering sebelum hari kiamat. Hadis riwayat Muslim tersebut menyinggung tentang tersingkapnya gunung emas di dasar sungai yang akan memicu peperangan memperebutkan kekayaan.
Saat ini, sekitar 60 juta jiwa penduduk di Turki, Suriah, dan Irak sangat bergantung pada sistem sungai ini untuk keberlangsungan hidup mereka sehari-hari. Ancaman hilangnya sumber air utama ini menjadi tantangan kemanusiaan besar yang menuntut perhatian dunia agar tidak terjadi krisis yang lebih luas. (red)

