Danantara Resmikan Proyek PSEL Bali Senilai Rp3 Triliun
AKSINEWS.COM – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Proyek strategis nasional dengan nilai investasi Rp3 triliun ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menangani permasalahan sampah yang selama ini membebani lingkungan.
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menekankan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan menghasilkan listrik, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi kesehatan dan tata kelola lingkungan. Ia berharap keberhasilan teknologi yang sudah terbukti di 50 negara ini dapat menjadikan kebersihan lingkungan di Indonesia setara dengan negara maju seperti China dan Jepang.
Pembangunan fasilitas ini ditargetkan rampung dan beroperasi lebih cepat dari jadwal semula, yakni pada semester I tahun 2028. Rosan memastikan bahwa teknologi yang digunakan mampu menyerap berbagai jenis sampah, baik sampah baru maupun sampah lama, tanpa menimbulkan bau yang mengganggu pemukiman warga.
Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa pemilihan mitra strategis dilakukan secara ketat dengan melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli internasional. Proses seleksi yang transparan tersebut memastikan proyek ini berjalan secara profesional, kredibel, dan memenuhi standar operasional, hukum, serta finansial yang tinggi.
Fasilitas PSEL ini diproyeksikan mampu mengolah 500.000 ton sampah per tahun sekaligus menyuplai energi hijau bagi 100.000 rumah tangga di Bali. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon hingga 640.000 ton per tahun serta menciptakan setidaknya 1.200 lapangan kerja hijau bagi masyarakat lokal. (red)

