Filipina Diguncang Gempa Terkuat Tahun 2026
AKSINEWS.COM – Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026, sekitar pukul 06.37 WIB. Guncangan kuat yang berpusat di laut pada kedalaman 47 kilometer tersebut tercatat sebagai gempa terkuat di Filipina sejak tahun 1976 sekaligus menjadi gempa terkuat secara global sepanjang tahun 2026.
Dampak kerusakan di Filipina sangat signifikan, terutama di General Santos City, di mana fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan dan gedung sekolah dilaporkan ambruk. Pemerintah Filipina melalui Presiden Ferdinand Marcos segera menangguhkan seluruh kegiatan belajar mengajar di pulau Mindanao dan mengimbau warga pesisir untuk segera mengevakuasi diri demi keselamatan jiwa.
Getaran dari gempa utama tersebut turut dirasakan hingga ke wilayah Indonesia dan memicu terjadinya tsunami minor di sejumlah daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak sembilan lokasi di Indonesia mengalami kenaikan muka air laut, dengan ketinggian gelombang tertinggi mencapai 75 sentimeter di Talengan, Sangihe, Sulawesi Utara. Selain tsunami minor, BMKG juga merekam rangkaian gempa susulan yang terus terjadi pascagempa utama, dengan aktivitas seismik signifikan yang sempat tercatat hingga mencapai magnitudo 6,0.
BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 10.15 WIB. Langkah ini diambil agar tim SAR dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, dan Polri dapat bergerak leluasa ke lokasi-lokasi terdampak untuk melaksanakan operasi penyelamatan dan evakuasi. Fokus utama pemerintah saat ini adalah meninjau area terdampak dan memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban akibat fenomena alam yang berdampak lintas negara tersebut.
Di wilayah Sulawesi Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan kerusakan infrastruktur yang tersebar di beberapa kabupaten. Total terdapat 53 bangunan yang mengalami kerusakan, mencakup 45 rumah warga, dua gedung gereja, satu masjid, dua sekolah, satu rumah dinas, satu rumah sakit, serta satu gedung pelabuhan perintis. Kerusakan paling parah terkonsentrasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan 39 bangunan rusak, disusul oleh Kabupaten Kepulauan Talaud dengan 13 bangunan, dan satu unit sekolah di Kabupaten Minahasa Utara.
Situasi di wilayah terdampak masih terus dipantau mengingat aktivitas gempa susulan yang masih terus berlangsung. Di Filipina sendiri, bencana ini telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa sebanyak sedikitnya 32 orang, dengan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk korban yang tertimbun tanah longsor di kota pesisir Glan. Otoritas terkait di kedua negara masih terus melakukan pendataan lebih mendalam serta upaya pemulihan di lokasi-lokasi yang terdampak paling parah oleh bencana ini. (red)

