BRIN Jadi Pionir Uji Coba Pemetaan Kompetensi Digital ASN Nasional
AKSINEWS.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi lokasi uji coba (piloting) nasional untuk instrumen pengukuran kompetensi dan budaya digital Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini dilakukan untuk memetakan kemampuan digital ASN demi mempercepat transformasi birokrasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Bertempat di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (28/4), BRIN berperan sebagai living policy lab. Di sini, instrumen yang disusun Kementerian PANRB diuji validitasnya sebelum diimplementasikan secara massal. Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas, menekankan bahwa kunci transformasi digital bukan hanya teknologi, melainkan kolaborasi SDM antar-instansi yang siap secara kompetensi.
Program ini mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Pemerintah menargetkan 50 persen ASN memiliki kompetensi digital optimal pada 2025, dan meningkat hingga 90 persen pada 2029.
Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN, Yanuar Farida Wismayanti, menjelaskan bahwa uji coba ini penting untuk menyempurnakan naskah soal agar tidak terjadi salah tafsir. Instrumen yang diuji mencakup empat aspek: literasi digital, kemahiran digital, kepemimpinan digital (digital leadership), dan budaya digital berbasis nilai BerAKHLAK.
Asisten Deputi Transformasi Digital Pemerintahan Kementerian PANRB, Fahmi Alusi, menegaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah kualitas dan relevansi instrumen, bukan nilai individu peserta. Masukan dari peserta di BRIN sangat krusial sebelum alat ukur ini digunakan secara luas.
Proyek kolaboratif antara Kementerian PANRB, BRIN, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta BKN ini diharapkan menghasilkan data akurat. Nantinya, data tersebut akan menjadi dasar kebijakan pengembangan kompetensi ASN yang lebih terarah agar layanan publik menjadi lebih adaptif dan responsif. (red)

