Asing Borong Saham AADI hingga PTBA
AKSINEWS.COM – Investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih yang masif di pasar saham Indonesia sepanjang periode 25 hingga 27 Maret 2026. Fokus akumulasi para pemodal mancanegara ini tertuju pada sektor-sektor strategis, khususnya energi, pertambangan, dan konglomerasi besar. Tren ini mengindikasikan bahwa minat terhadap saham berbasis komoditas masih sangat kuat, terutama didorong oleh dinamika harga energi di pasar global.
Di posisi puncak, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi incaran utama dengan nilai beli bersih mencapai Rp530,4 miliar. Menyusul di belakangnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan net buy sebesar Rp205,4 miliar, sementara raksasa konglomerasi PT Astra International Tbk (ASII) mengantongi nilai Rp162,7 miliar. Tidak ketinggalan, PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) juga masuk dalam radar beli asing dengan nilai mencapai Rp150 miliar.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan nilai beli Rp127,2 miliar, disusul oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp123,2 miliar. Selain itu, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) meraih Rp100,7 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp99,5 miliar. Melengkapi daftar sepuluh besar, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turut dikoleksi masing-masing senilai Rp54,4 miliar dan Rp54,1 miliar.
Meski aksi beli asing cukup deras, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mengalami sedikit tekanan dengan koreksi tipis sebesar 0,14 persen atau turun 9,78 poin ke level 7.097,06 pada pekan lalu. Penurunan ini juga berdampak pada kapitalisasi pasar yang merosot 0,24 persen menjadi Rp12.516 triliun. Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 15,27 persen menjadi Rp23,33 triliun jika dibandingkan pekan sebelum libur panjang Idulfitri, walaupun volume saham yang ditransaksikan menyusut 4,81 persen ke angka 28,31 miliar unit.
Secara keseluruhan, pergerakan emiten cukup bervariasi. Sebanyak 404 emiten berhasil menguat lebih dari 2 persen dan 134 emiten naik di rentang hingga 2 persen. Sebaliknya, 160 emiten mengalami pelemahan lebih dari 2 persen, 108 emiten turun tipis di bawah 2 persen, serta 152 emiten lainnya terpantau jalan di tempat. (red)

