BeritaHealth

Vaksin mRNA Terbukti Turunkan Risiko Kematian hingga 25 Persen

AKSINEWS.COM – ​Di tengah berbagai diskusi mengenai dampak kesehatan pascapandemi, sebuah temuan berskala besar akhirnya memberikan jawaban yang menyejukkan. Sebuah studi raksasa yang meneliti 28 juta orang dewasa di Prancis membawa kabar positif bagi mereka yang telah menerima dosis vaksin mRNA COVID-19.

​Bukan sekadar menang melawan virus korona, riset ini mengungkap bahwa vaksinasi berdampak jauh lebih luas pada ketahanan fisik manusia dalam jangka panjang.

Seperti diberitakan CNBC Indonesia, Studi yang memantau populasi usia 18 hingga 59 tahun ini menunjukkan data yang sangat meyakinkan. Orang yang setidaknya telah menerima satu dosis vaksin mRNA tercatat memiliki risiko kematian akibat komplikasi COVID-19 yang parah 74 persen lebih rendah.

​Namun, yang lebih menarik adalah temuan mengenai risiko kematian secara umum. Mereka yang sudah divaksinasi memiliki risiko kematian akibat penyebab apa pun 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan vaksin. Data ini menjadi bukti kuat bahwa perlindungan vaksin tidak hanya bekerja saat virus menyerang, tetapi juga membantu menjaga stabilitas kesehatan tubuh secara keseluruhan.

​​Salah satu poin penting dalam laporan ini adalah pembuktian mengenai keamanan vaksin. Selama empat tahun masa pemantauan sejak puncak vaksinasi pada 2021, para peneliti tidak menemukan adanya peningkatan kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit kritis lainnya.

​Tidak ada kenaikan angka kematian akibat kanker, penyakit jantung, maupun cedera akibat kecelakaan pada kelompok yang divaksinasi. Justru sebaliknya, dalam setiap kategori tersebut, tingkat kematian orang yang divaksinasi berada pada angka yang sama atau bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok yang tetap tidak divaksinasi.

​​Para ahli menjelaskan bahwa fenomena ini sebagian besar didorong oleh kemampuan vaksin dalam membangun benteng pertahanan yang kuat terhadap penyakit parah. Orang dewasa yang sudah divaksinasi jauh lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal akibat infeksi korona yang merusak organ.

​Selain itu, berkurangnya risiko komplikasi jangka panjang atau yang sering dikenal dengan sebutan Long COVID juga berkontribusi pada penurunan angka kematian secara total. Dengan menghindari kerusakan sistemik pada tubuh saat terinfeksi, kesehatan jangka panjang individu menjadi lebih terjaga.

​​Jika melihat data mentah dari total 28 juta subjek yang diteliti, terlihat perbedaan yang nyata secara statistik. Selama masa pengamatan, tercatat ada sekitar 98 ribu kematian dari seluruh penyebab di antara individu yang divaksinasi, atau setara dengan 0,4 persen dari total kelompok tersebut.

​Sementara itu, pada kelompok yang tidak divaksinasi, tercatat lebih dari 32 ribu kematian yang secara persentase mencapai 0,6 persen. Meskipun selisihnya terlihat kecil secara angka desimal, dalam skala populasi jutaan orang, perbedaan ini mewakili ribuan nyawa yang berhasil terselamatkan.

​Studi ini menjadi riset terbesar hingga saat ini yang memvalidasi keamanan jangka panjang vaksin mRNA pada populasi dewasa umum. Bagi masyarakat, hasil ini menjadi penegas bahwa pilihan untuk mengikuti program vaksinasi beberapa tahun lalu merupakan langkah perlindungan yang tepat bagi masa depan kesehatan mereka.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *