UNDIP Tambah Amunisi Intelektual: 18 Guru Besar Baru Resmi Dikukuhkan!
AKSINEWS.COM – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu kampus pencetak pemikir hebat di Indonesia. Mulai Senin (26/1/2026), UNDIP resmi menggelar rangkaian prosesi pengukuhan bagi 18 Guru Besar baru.
Acara yang digelar di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus Tembalang ini menjadi panggung bagi para pakar untuk memamerkan riset yang jadi solusi tantangan global.
Di hari pertama, UNDIP mengukuhkan 4 Guru Besar yang masing-masing membawa inovasi dari bidang kesehatan hingga infrastruktur hijau.
Prof. Yan Wisnu Prajoko (FK), membawa strategi melawan kanker payudara pada usia muda (<40 tahun) melalui genetic profiling. Tujuannya jelas, deteksi lebih cepat, nyawa lebih banyak terselamatkan.
Prof. Darsono (FEB), mengawal era keberlanjutan. Ia menyoroti pentingnya audit independen agar perusahaan tidak sekadar melakukan greenwashing (klaim ramah lingkungan palsu) dalam laporan mereka.
Prof. Budiyono (FKM), mengingatkan kita akan bahaya residu pestisida yang bisa memicu stunting hingga gangguan hormon. Solusinya? Teknologi ozone untuk mencuci sayuran dan transisi ke pertanian organik.
Prof. Purwanto (FT), ahli Green Concrete yang menyulap limbah abu terbang (fly ash) menjadi beton geopolimer ramah lingkungan tanpa semen untuk memperkuat jembatan dan gedung.
Ketua Senat Akademik UNDIP, Prof. Tri Winarni Agustini, menyebutkan bahwa saat ini UNDIP total memiliki 248 Guru Besar aktif. “Gelar ini bukan cuma seremoni, tapi tanggung jawab moral untuk jadi suri teladan dan pembimbing bagi dosen muda serta mahasiswa,” tuturnya.
Kehadiran Sekjen Kemdiktisaintek, Prof. Togar Mangihut Simatupang, juga menambah bobot acara. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus jadi “pusat solusi” dan episentrum pembangunan SDM unggul berbasis data (evidence-based policy).
Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, memberikan apresiasi tinggi kepada para “pendekar akademik” baru ini. Ia berharap ilmu mereka tidak hanya berhenti di laci laboratorium, tapi benar-benar dirasakan masyarakat.
”Menjadi guru besar berarti sudah selesai dengan dirinya sendiri dan siap jadi role model,” ujar Prof. Suharnomo.
Rektor juga membagikan kabar baik, bahwa UNDIP kini nangkring di peringkat 624 dunia dan menjadi kampus terbaik kedua di Indonesia versi UI GreenMetric.
Komitmen Green Campus pun bukan isapan jempol, mulai dari pengolahan air mandiri, panel surya, hingga teknologi pirolisis untuk memproses sampah tanpa residu.
Tak hanya soal riset, UNDIP juga menunjukkan empati kebangsaannya dengan mengirimkan lebih dari 10 tim relawan untuk membantu penanganan bencana di Sumatera. Hal ini membuktikan bahwa UNDIP benar-benar ingin menjadi institusi yang Bermartabat dan Bermanfaat.
Sumber: Universitas Diponegoro https://undip.ac.id/post/54732/empat-guru-besar-undip-dikukuhkan-perkuat-inovasi-berkelanjutan-di-bidang-kesehatan-lingkungan-infrastruktur-dan-tata-kelola-korporasi.html

