Trump Sebut AS-Iran Menuju Damai
AKSINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim adanya kemajuan besar dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah setelah menyatakan bahwa Washington dan Teheran telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif.
Melalui unggahan di media sosial pada Senin waktu setempat, Trump menyebutkan bahwa dialog yang berlangsung selama dua hari terakhir tersebut diarahkan menuju resolusi lengkap dan total atas permusuhan yang terjadi di kawasan tersebut.
Trump menegaskan telah menginstruksikan Pentagon untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari ke depan. Penundaan ini dilakukan dengan syarat pertemuan yang sedang berlangsung terus membuahkan hasil positif. Trump menambahkan bahwa kedua belah pihak dijadwalkan akan melanjutkan pembicaraan sepanjang minggu ini.
Pernyataan ini tergolong mengejutkan mengingat sebelumnya Trump sempat melontarkan ancaman keras untuk menyerang fasilitas listrik Iran jika Teheran tidak segera membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, klaim sepihak dari Gedung Putih ini langsung mendapatkan bantahan dari pihak Iran.
Media lokal Iran mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri yang menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan semacam itu. Teheran justru menuding Trump sengaja melontarkan klaim tersebut hanya untuk meredam lonjakan harga energi global yang dipicu oleh perang.
Hingga saat ini, serangan AS dan Israel terus dibalas oleh Iran melalui pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan seperlima minyak mentah global. Iran juga dilaporkan masih melakukan serangan terhadap lokasi energi dan kedutaan besar AS di wilayah Teluk, serta sejumlah target di Israel.
Kondisi ini sebelumnya memicu kekhawatiran serius dari Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol. Ia memperingatkan bahwa jika perang terus berkepanjangan, dunia terancam menghadapi krisis energi yang lebih parah dibandingkan gabungan guncangan minyak tahun 1970-an dan dampak invasi Rusia ke Ukraina.
Meskipun klaim perdamaian tersebut dibantah oleh Iran, pasar global bereaksi cepat terhadap sentimen positif yang dilemparkan Trump. Harga minyak mentah dunia yang sebelumnya melonjak di atas 100 dolar AS per barel langsung merosot tajam.
Harga minyak mentah Brent anjlok lebih dari 14 persen ke posisi 96,00 dolar AS per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) juga turun lebih dari 14 persen menjadi 84,37 dolar AS per barel pada perdagangan Selasa. (red)

