BeritaDaerahEntertainment

Teater Emka UNDIP Raih Juara Festival Teater Semarang

AKSINEWS.COM – Taman Budaya Raden Saleh menjadi saksi sejarah penyelenggaraan Festival Teater Semarang yang pertama. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Proses seleksi telah dimulai sejak Agustus, di mana para peserta mengirimkan naskah untuk dikurasi, hingga puncaknya pada bulan Oktober berupa pementasan oleh masing-masing peserta.

Festival ini diikuti oleh enam peserta, yaitu Kelompok Seni Lanang Wadon, Teater Sukma, Teater Emka, Teater Taring, Teater Gemati, dan Semarang Mari Berkarya.

Seluruh pementasan berlokasi di Gedung Pertunjukan Ki Narto Sabdo dan dimulai pukul 08.00 WIB, dengan pengumuman pemenang dilaksanakan pada Minggu malam di hari yang sama.

Acara ini berhasil menarik antusiasme masyarakat sekitar dan mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Diponegoro, yang memadati area pertunjukan.

Tantangan bagi Teater Emka

Panitia membagi keenam peserta menjadi tiga sesi penampilan. Sesi pagi menampilkan Kelompok Seni Lanang Wadon dan Teater Sukma. Sesi siang menjelang sore diisi oleh Teater Emka UNDIP dan Semarang Mari Berkarya, sedangkan sesi sore menampilkan Teater Gemati dan Teater Taring. Setiap kelompok diberi waktu 60 menit, termasuk persiapan properti, pementasan, dan penurunan properti dari panggung.

Sesi pagi berjalan lancar, tetapi masalah muncul saat sesi kedua. Penyaji pertama, Teater Emka, mengalami gangguan listrik pada lampu panggung di awal pertunjukan. Insiden ini membuat tim Teater Emka sempat gugup.

Hal tersebut dikonfirmasi melalui wawancara dengan sutradara Teater Emka, Damar Hisam Dwi Pasha (Damar), dan pimpinan produksi, Loveo Rose Zoya Siregar (Veo).

“Waktu terjadi trouble itu kesal, tapi kami harus berpikir cepat. Kami percaya di balik masalah pasti ada hikmahnya,” ungkap Damar, yang juga merupakan Ketua UKM Teater Emper Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Senin (27/10/2025).

“Kami bisa me-reset semangat aktor yang tadi sempat berantakan dan memperbaikinya saat penampilan berjalan. Jadi, dalam kesulitan pasti ada rezeki,” tambahnya.

Sementara itu, Veo, sang pimpinan produksi, awalnya mengira gangguan listrik tersebut adalah bagian dari konsep pertunjukan yang tidak tertulis.

“Aku juga kaget, terus aku tanya Damar, ini bagian dari konsep bukan? Ternyata Damar juga sama kagetnya dan itu membuat kita berdua langsung panik,” ceritanya.

Kemenangan yang Mengharukan

Meskipun menghadapi kendala, hal itu tidak menghalangi Teater Emka untuk meraih gelar juara. Mereka berhasil memenangkan juara pertama dan empat dari delapan nominasi yang ada, yaitu Penulis Naskah Terbaik, Penata Cahaya Terbaik, Aktris Terbaik, dan Penata Busana Terbaik.

Di tribun penonton, ketegangan sangat terasa di antara para pendukung Teater Emka. Veo menuturkan bahwa ia sudah merasa cukup senang jika Emka berhasil meraih juara harapan atau masuk tiga besar, mengingat kualitas pementasan dari teater-teater lain juga sangat bagus.

Pada akhirnya, Teater Emka dinobatkan sebagai juara satu setelah pengumuman nominasi dan pemenang lainnya. Pengumuman ini disambut dengan tangis haru dan momen euforia yang kuat, di mana mereka bahkan meneriakkan nama sutradara sebagai ungkapan kebahagiaan dan apresiasi.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *