Ratusan Jamaah Umroh di Jambi Terlunta-lunta, Janji ‘Full Ramadhan’ di Mekah Berujung Ketidakpastian
AKSINEWS.COM – Harapan ratusan calon jamaah umroh untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci selama bulan suci Ramadhan terancam kandas. Travel Umroh Nur RH menjadi sorotan tajam setelah diduga gagal memberangkatkan ratusan jamaahnya sesuai jadwal yang telah dijanjikan, khususnya untuk paket program 30 hari Full Ramadhan.
Para jamaah yang telah melunasi pembayaran masih menunggu kejelasan keberangkatan. Padahal, berdasarkan komitmen awal, mereka seharusnya sudah berada di Mekah untuk mengejar keutamaan ibadah di bulan Ramadhan.
Jamaah mengaku terus diberikan janji manis tanpa ada realisasi manifes penerbangan yang jelas. Banyak jamaah yang sudah melakukan acara syukuran (walimatussafar) dan mengambil cuti panjang, namun berakhir dengan rasa malu dan kecewa.
Kasus ini memicu pertanyaan besar mengenai kredibilitas manajemen dalam mengelola kuota visa dan pemesanan hotel di tengah tingginya permintaan musim Ramadhan.
Kegagalan pemberangkatan oleh Travel Nur RH yang beralamat di jalan Teuku Sulaiman Kota Jambi ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan memiliki implikasi hukum yang serius bagi biro perjalanan tersebut.
Sesuai regulasi, travel umroh wajib memberangkatkan jamaah sesuai paket yang dijanjikan. Jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian yang menyebabkan kegagalan keberangkatan, Kemenag dapat mencabut izin operasional travel tersebut.
Secara perdata, pihak travel dapat digugat atas dasar Wanprestasi (ingkar janji) sesuai Pasal 1238 KUHPerdata. Jamaah berhak menuntut pengembalian dana penuh (refund) serta ganti rugi atas kerugian yang dialami.
Jika ditemukan bukti bahwa uang jamaah digunakan untuk keperluan lain atau adanya rangkaian kebohongan sejak awal, pengelola travel dapat dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.
”Kami berjumlah 170 orang lebih. Kami hanya ingin kepastian. Jangan sampai niat ibadah kami justru dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar jamaah yang enggan disebutkan namanya.
Hingga saat ini, pihak media masih berusaha menghubungi manajemen Nur RH untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait kendala teknis yang dihadapi dan solusi konkret bagi para jamaah yang terdampak. (red)

