BeritaNasional

Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan Huntara dan Kampung Haji



AKSINEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya, Hambalang, Bogor, pada Selasa (23/12/2024).

Pertemuan strategis tersebut memfokuskan pada dua agenda besar, percepatan pemulihan pascabencana di Sumatra dan realisasi pembangunan Kampung Haji jemaah Indonesia di Makkah.

​​Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden memberikan instruksi tegas kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan BUMN untuk segera merampungkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara). Langkah ini diambil agar warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat memiliki tempat tinggal yang layak.

​”Presiden menginstruksikan pembangunan rumah hunian sementara diselesaikan secepat mungkin, beriringan dengan pembangunan hunian tetap dan penyediaan akses air bersih yang menjadi prioritas utama,” ujar Teddy dalam keterangannya.

​Hingga sebulan pascabencana, pemerintah melaporkan kemajuan signifikan pada sektor infrastruktur:

​Sebanyak 11 Jembatan Bailey telah terpasang untuk menyambungkan akses transportasi yang terputus. Di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, seluruh jembatan nasional yang terdampak kini sudah kembali fungsional.

Dari 52 kabupaten/kota yang terdampak, kini hanya tersisa 4 kabupaten yang jalannya belum beroperasi sempurna. Di Aceh, 32 dari 38 titik putus telah berhasil dipulihkan.

​​Selain infrastruktur fisik, rapat tersebut juga memastikan stabilitas pasokan energi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diperintahkan menjamin ketersediaan LPG dan BBM, khususnya di wilayah terdampak bencana dan secara nasional menyambut periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Keamanan pasokan energi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan.

​​Di sektor keagamaan, pemerintah membawa kabar baik terkait rencana pembangunan Kampung Haji di Makkah. Proyek yang telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah Arab Saudi ini menandai babak baru dalam pelayanan haji Indonesia.

​”Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jemaah haji Indonesia akan memiliki tempat sendiri selama melaksanakan ibadah haji,” tegas Seskab Teddy.

Pembangunan ini dijadwalkan segera dimulai sebagai bentuk perlindungan dan kenyamanan maksimal bagi jemaah asal Indonesia.

​Rapat tersebut turut dihadiri oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Sinergi lintas kementerian ini diharapkan mampu mengembalikan normalitas kehidupan masyarakat Sumatra dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji di masa mendatang.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *