Pemuda Iran Bentuk Perisai Manusia Lawan Ultimatum Bom Donald Trump
AKSINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan membombardir infrastruktur vital Iran. Menanggapi ancaman tersebut, ribuan pemuda Iran dilaporkan mulai bergerak membentuk perisai “rantai manusia” untuk melindungi instalasi strategis negara dari potensi serangan udara.
Presiden Trump sebelumnya memberikan peringatan keras akan menyerang berbagai titik strategis, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika Iran tidak segera menyepakati gencatan senjata. Selain itu, Washington menuntut Teheran untuk melepaskan program senjata nuklir mereka serta menjamin pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas internasional.
Sebagai bentuk perlawanan sipil, Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran menginstruksikan para atlet, seniman, hingga mahasiswa untuk membentuk “rantai manusia” di sekitar pembangkit listrik utama di seluruh negeri. Aksi yang dinamakan “Rantai Manusia Pemuda Iran untuk Masa Depan yang Cerah” ini dijadwalkan dimulai pada Selasa siang pukul 14.00 waktu setempat, atau sekitar 13 jam sebelum ultimatum berakhir.
Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, menyatakan bahwa gerakan ini murni berasal dari aspirasi organisasi pemuda dan mahasiswa di universitas-universitas. Dalam pesan videonya, Rahimi menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan simbol komitmen generasi muda dalam melindungi infrastruktur negara demi keberlanjutan masa depan Iran di tengah ancaman serangan udara.
Berdasarkan perhitungan waktu, tenggat yang ditetapkan Trump jatuh pada Selasa malam pukul 20.00 waktu Eastern Time Amerika Serikat, yang berarti bertepatan dengan Rabu dini hari pukul 03.30 waktu Iran. Situasi di kawasan kini berada dalam status siaga tinggi seiring dengan semakin sempitnya ruang diplomasi sebelum batas waktu tersebut terlewati. (red)

