Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Wafat dalam Serangan AS-Israel
AKSINEWS.COM – Pemerintah Republik Islam Iran resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Pengumuman yang disampaikan melalui stasiun televisi pemerintah tersebut juga menetapkan tujuh hari libur nasional sebagai penghormatan terakhir bagi sang pemimpin.
Saluran berita IRINN menyiarkan kabar duka ini dengan menampilkan foto-foto Khamenei diiringi lantunan ayat suci Al-Qur’an, lengkap dengan pita hitam di sudut layar sebagai simbol duka mendalam.
Dalam pernyataan resmi yang dibacakan oleh penyiar, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) mengonfirmasi bahwa Khamenei wafat pada Sabtu dini hari di kantornya saat sedang menjalankan tugas. Pihak SNSC secara tegas menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Dewan tersebut menyebut wafatnya Khamenei sebagai sosok “martir” yang akan memicu kebangkitan besar dalam perjuangan melawan para penindas di masa depan.
Laporan media pemerintah mengungkapkan bahwa serangan tersebut tidak hanya merenggut nyawa Khamenei, tetapi juga menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk putri, menantu laki-laki, serta seorang cucunya. Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menambahkan bahwa salah satu menantu perempuan Khamenei juga menjadi korban tewas dalam insiden tersebut.
Kematian ini juga memukul struktur militer Iran. Panglima IRGC, Mohammad Pakpour, dan Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani, dilaporkan tewas dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Nama kedua petinggi militer ini sebelumnya telah masuk dalam daftar tujuh pejabat keamanan Iran yang menjadi target Israel.
Mohammad Pakpour sendiri baru menjabat sebagai panglima IRGC untuk menggantikan pendahulunya yang tewas dalam perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025. Sementara itu, Ali Shamkhani, yang merupakan penasihat senior Khamenei, diketahui sempat mengalami luka-luka dalam konflik 12 hari tersebut sebelum akhirnya gugur dalam serangan terbaru ini. (red)
“This article was produced with assistance from generative AI and edited by AKSINEWS.COM staff.”

