Ragam

Modus Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil Bekas

AKSINEWS.COM – ​Di tengah tingginya permintaan mobil bekas, modus kejahatan di dunia maya dan transaksi tatap muka semakin lihai. Salah satu skema penipuan yang kini marak dan sangat merugikan adalah Modus Penipuan Segitiga. Disebut segitiga karena kejahatan ini melibatkan tiga pihak utama: Penjual Asli, Pembeli Korban, dan Pelaku Penipuan yang berperan sebagai perantara palsu.

​Skema ini tak hanya merugikan pembeli yang kehilangan uang, tetapi juga membuat penjual asli kebingungan karena unit mobilnya disurvei tanpa ada pembayaran yang masuk.

​​Pelaku kejahatan bekerja dengan sangat sistematis dan memanfaatkan celah psikologis korban, terutama iming-iming harga murah. Berikut adalah langkah-langkah yang umumnya mereka lakukan:

Membuat Iklan Palsu yang Menarik

Penipu memantau iklan mobil bekas yang sah dari penjual asli. Mereka lalu menyalin foto dan deskripsi mobil tersebut, dan memasang ulang iklan di marketplace atau media sosial dengan harga yang jauh lebih murah dari pasaran.

​Harga miring ini sontak menarik perhatian calon pembeli yang sedang berburu mobil. Pembeli yang tergiur akan segera menghubungi nomor kontak yang tertera di iklan palsu tersebut, yaitu nomor si penipu.

Menghubungi Penjual Asli

Bersamaan dengan itu, penipu juga menghubungi penjual asli, berpura-pura sebagai calon pembeli yang serius. Penipu akan meminta informasi detail mobil, bahkan terkadang foto STNK dengan alasan ingin cek pajak.

​Mengatur Pertemuan Survei

Ketika pembeli ingin melihat mobil, penipu mengatur pertemuan survei langsung antara pembeli korban dan penjual asli. Kepada penjual asli, penipu beralasan bahwa yang akan datang adalah saudara atau rekan untuk melihat mobil. Sebaliknya, kepada pembeli korban, penipu meminta agar tidak membahas harga atau detail transaksi dengan orang yang “menunggu” mobil di lokasi, dengan dalih orang tersebut hanya dititipi.

Eksekusi Transfer

Setelah pembeli korban yakin dengan kondisi mobil, penipu akan mendesak agar pembayaran segera ditransfer ke rekening penipu, bukan rekening penjual asli. Penipu menciptakan tekanan seolah mobil harus cepat dilunasi sebelum diambil orang lain.

Menghilang Tak Berjejak

Setelah uang ditransfer, penipu akan memblokir semua kontak, baik dari pembeli maupun penjual, dan menghilang. Pembeli pun kaget karena penjual asli tidak mau menyerahkan kunci dan dokumen mobil sebab merasa belum menerima pembayaran sepeser pun. Pada titik inilah, baik pembeli maupun penjual baru menyadari bahwa mereka adalah korban penipuan segitiga.

Baik penjual maupun pembeli perlu meningkatkan kewaspadaan dengan cara melakukan verifikasi harga, cek iklan ganda, waspada terhadap perantara, konfirmasi kepemilikan saat survey dan melakukan pembayaran langsung ke pemilik.

Semoga informasi ini membantu Anda untuk tetap waspada agar terhindar dari modus penipuan yang sangat merugikan ini.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *