BeritaDaerah

Mengapresiasi Pahlawan Senyap: Guru Ngaji Kampung di Jambi Ikuti Dauroh Al-Qur’an Bersanad



AKSINEWS.COM – Di tengah hiruk pikuk kota, sebuah acara sederhana namun sarat makna digelar sebagai bentuk apresiasi mendalam bagi para guru ngaji kampung yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan Al-Qur’an.

Berlangsung selama dua hari, pada tanggal 6 hingga 7 Desember 2025, kegiatan bertajuk “Dauroh Al-Qur’an Al-Fatihah Bersanad” ini berhasil menyatukan 158 peserta dari Kota Jambi, Kabupaten Merangin, dan Batanghari.

Meng-Upgrade Ilmu Demi Kualitas Pengajaran

​Bertempat di Masjid Ar-Roudah Telanaipura, inisiatif mulia ini diselenggarakan oleh beberapa lembaga keagamaan dan sosial yang peduli terhadap peran vital para pengajar Qur’an. Dari total 158 peserta, terdapat 46 guru ngaji laki-laki dan 112 guru ngaji perempuan, menunjukkan semangat belajar yang tinggi di kalangan para pendidik Al-Qur’an.

​Hari pertama, Sabtu (6/12), diisi dengan materi dasar namun fundamental yang disampaikan oleh Ustadz Ari Ramadhanu, S.Pd. Fokus utama materi adalah penguatan Makhrojul Huruf dan Sifat-Sifat Huruf, ilmu yang menjadi kunci dalam membaca Al-Qur’an secara tartil dan benar.

​Puncak kegiatan terjadi pada hari kedua, di mana peserta mendapatkan rangkuman materi istimewa dari Syaikh Abu Bakar Sadique Jaloh Al Hafizh, seorang ulama terkemuka dari Guinea, Afrika Barat, dan alumni Al-Azhar Kairo, Mesir.

​​Syaikh Abu Bakar menyampaikan materi dari Kitab At-Tabyan karangan Imam An-Nawawi, serta memberikan penjelasan mendalam tentang Kitab Riyadatus Sholihin.

Keutamaan membaca, mempelajari, dan mengajarkan Al-Qur’an, sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Faathir ayat 29 dan Hadist Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
​“Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.”

​Ketua Panitia Penyelenggara, Ustadz Bowo menyampaikan harapan sekaligus refleksi yang menyentuh hati. Ia berharap program semacam ini dapat terus bergulir, mengingat banyaknya guru ngaji yang layak diapresiasi dan butuh upgrade kapasitas ilmu.

Ustadz Bowo secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para guru ngaji kampung yang sering terabaikan. “Padahal, dari guru-guru ngaji kampung inilah lahir para Dosen, Hafiz Qur’an, Ustadz yang hebat. Saya sendiri merupakan produk dari guru ngaji kampung,” jelas Ustadz Bowo, menekankan betapa besar jasa mereka.

​Di akhir acara, Ustadz Bowo tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk sponsor utama: Ruang Karya Indonesia, Sahabat TeQun (Tebar Qur’an Nusantara), Gema Talbiah Tour and Travel Umroh, Pengelola Masjid Ar-Roudah, serta rekan-rekan dan seluruh panitia yang terlibat.

​Semoga seluruh kebaikan dan upaya yang dicurahkan dalam Dauroh ini menjadi ladang pahala yang berlimpah di akhirat kelak.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *