BeritaNasional

Langkah Tegas di Balik Tumpukan Triliunan Rupiah

AKSINEWS.COM – ​Di bawah langit sore Jakarta, suasana di halaman Gedung Utama Kejaksaan Agung mendadak terasa berbeda. Di sana, tumpukan uang tunai senilai Rp6,6 triliun bukan sekadar pemandangan angka yang fantastis, melainkan simbol dari sebuah pesan besar, negara sedang menjemput kembali haknya yang sempat hilang.

​Sekitar pukul 14.55 WIB, Presiden Prabowo Subianto tiba dengan setelan safari cokelat muda yang khas. Langkahnya mantap saat disambut hangat oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Jampidsus Febrie Adriansyah. Di hadapan gunungan uang triliunan tersebut, ketiganya tampak berbincang serius.

Kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mempertegas bahwa ini adalah operasi lintas sektor yang sangat masif.

​Uang sebesar Rp6,6 triliun itu merupakan hasil kerja keras Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Jaksa Agung Burhanuddin merinci bahwa Rp2,3 triliun berasal dari denda administratif kehutanan, sementara Rp4,2 triliun lainnya adalah dana yang berhasil diselamatkan dari jerat tindak pidana korupsi.

​Namun, pencapaian ini lebih dari sekadar angka di atas kertas atau tumpukan uang tunai. Perjuangan Satgas PKH sesungguhnya terletak pada pemulihan kedaulatan lahan.

Dalam sepuluh bulan terakhir, Satgas telah berhasil menguasai kembali sekitar 4 juta hektare lahan perkebunan. Nilai indikasi lahan yang berhasil ditarik kembali ke pangkuan ibu pertiwi itu ditaksir mencapai lebih dari Rp150 triliun.

​Pada momen tersebut, diserahkan pula hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap kelima seluas lebih dari 896 ribu hektare. Total lahan yang kini sudah dikembalikan kepada kementerian terkait mencapai 2,4 juta hektare.

​Lahan-lahan ini kini memiliki nafas baru. Sebagian besar, yakni 1,7 juta hektare, diserahkan pengelolaannya kepada PT Agrinas Palma Nusantara untuk perkebunan kelapa sawit yang lebih tertata.

Sementara itu, 688 ribu hektare didedikasikan untuk pemulihan hutan konservasi, dan 81 ribu hektare lainnya secara khusus dikembalikan fungsinya sebagai bagian dari jantung hijau Taman Nasional Tesso Nilo.

​Kehadiran Presiden Prabowo di tengah tumpukan uang dan laporan penguasaan lahan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan main-main dalam menertibkan administrasi kehutanan.

Ini bukan sekadar tentang penegakan hukum, melainkan upaya besar untuk memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar kembali dan bermanfaat bagi rakyat banyak.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *