Iran Siap Hentikan Operasi Militer Jika Amerika Serikat Akhiri Agresi
AKSINEWS.COM – Republik Islam Iran secara resmi menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Amerika Serikat yang mulai berlaku pada Rabu, 8 April 2026. Keputusan ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump setuju untuk menunda serangan militer, yang kemudian dibalas Teheran dengan komitmen membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz secara terbatas.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran melalui pernyataan resmi yang dirilis kantor berita Mehr mengonfirmasi bahwa kesepakatan ini dimediasi oleh Pakistan. Pihak Iran menyebut pencapaian ini sebagai sebuah kemenangan besar, mengingat kesepakatan tersebut telah mendapat restu langsung dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Teheran mengklaim bahwa gencatan senjata ini tercapai setelah pihak Gedung Putih bersedia menerima sepuluh poin tuntutan yang diajukan oleh Iran.
Momentum jeda kemanusiaan ini akan dimanfaatkan kedua negara untuk memulai negosiasi intensif guna mengakhiri konflik bersenjata yang telah berkecamuk sejak akhir Februari lalu. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa alokasi waktu dua minggu ini merupakan tahap awal yang sangat krusial, dengan peluang perpanjangan durasi jika proses diplomasi menunjukkan perkembangan positif bagi kedua belah pihak. Di dalam negeri, otoritas Iran menyerukan rakyatnya untuk menjaga persatuan nasional dan merayakan pencapaian diplomasi ini sebagai bentuk ketangguhan negara.
Apresiasi terhadap peran mediator juga disampaikan secara terbuka oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Melalui pernyataan resminya, Araghchi menyampaikan terima kasih mendalam kepada Perdana Menteri Pakistan Sharif dan Marsekal Lapangan Munir atas upaya diplomatik yang tidak kenal lelah demi meredam eskalasi perang di kawasan Timur Tengah. Araghchi menegaskan bahwa jika serangan militer AS terhadap wilayah Iran benar-benar dihentikan, maka Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga akan segera menghentikan seluruh operasi balasan mereka.
Sebagai bagian dari konsesi kesepakatan, Iran memutuskan untuk melonggarkan blokade di jalur perdagangan minyak global yang sangat vital. Selat Hormuz, yang sebelumnya ditutup total akibat serangan masif dari pihak Amerika Serikat dan Israel, kini mulai dibuka kembali untuk jalur pelayaran aman. Araghchi menjelaskan bahwa selama masa gencatan senjata dua minggu ini, koordinasi teknis dengan Angkatan Bersenjata Iran akan dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas kapal di selat tersebut, meski tetap mempertimbangkan batasan teknis yang ada di lapangan. (red)

