Iran Izinkan Kapal-Kapal China Lewati Blokade Selat Hormuz
AKSINEWS.COM – Dua kapal kontainer milik raksasa pelayaran asal China, Cosco, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah blokade yang diberlakukan oleh Iran. Keberhasilan transit ini menjadi sorotan mengingat jalur perairan strategis tersebut saat ini ditutup bagi sebagian besar lalu lintas internasional sebagai aksi balasan Iran atas serangan dari Amerika Serikat dan Israel.
Berdasarkan data pelacakan kapal dari Marine Traffic pada Selasa 31 Maret 2026, kapal CSCL Indian Ocean terpantau melintasi selat sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat. Hanya berselang 27 menit kemudian, kapal CSCL Arctic Ocean menyusul di jalur yang sama. Kedua kapal tersebut dilaporkan berlayar melewati Pulau Larak yang dikuasai Iran dengan tujuan akhir Port Klang di Malaysia.
Pihak manajemen Cosco hingga saat ini menolak memberikan komentar resmi terkait keberhasilan transit tersebut. Padahal sebelumnya, kedua kapal kontainer berukuran ultra-besar ini sempat membatalkan upaya melintas pada hari Jumat pekan lalu. Meski sempat menyatakan akan menghindari rute Hormuz untuk pengiriman dari Asia ke negara-negara Teluk, nyatanya armada China tetap mendapatkan akses khusus.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal dari negara sahabat. Kebijakan ini dinilai sebagai cerminan dari hubungan diplomatik dan ekonomi yang erat antara Teheran dan Beijing. Status China sebagai mitra strategis tampaknya memberikan pengecualian di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah tersebut.
Menanggapi kelancaran operasional armadanya, Pemerintah China melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning menyampaikan apresiasi dalam konferensi pers rutin di Beijing. Mao Ning juga memberikan klarifikasi bahwa total terdapat tiga kapal China yang baru-baru ini berhasil melintasi selat tersebut setelah melalui proses koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Beijing secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang memberikan bantuan sehingga navigasi kapal-kapalnya tidak terganggu. Langkah ini semakin mempertegas posisi istimewa China di mata Iran, sementara kapal-kapal dari negara lain masih menghadapi risiko tinggi atau larangan total untuk melewati jalur distribusi energi paling vital di dunia tersebut. (red)

