Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Diamati di Seluruh Indonesia
AKSINEWS.COM – Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena astronomi yang menakjubkan pada Selasa, 3 Maret 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Gerhana Bulan Total (GBT) akan menghiasi langit nusantara dan dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di tanah air.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi akibat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang berada dalam satu garis sejajar. Kondisi ini menyebabkan Bulan masuk sepenuhnya ke dalam umbra atau bayangan inti Bumi. Jika cuaca mendukung, Bulan akan memancarkan warna kemerahan yang eksotis saat mencapai fase puncaknya.
“Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar, sementara cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang berhasil lolos dan mencapai permukaan Bulan,” ujar Nelly di Jakarta.
Secara teknis, keseluruhan proses gerhana ini akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Namun, fase paling krusial yaitu totalitas, di mana Bulan tertutup sepenuhnya oleh bayangan Bumi, akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, memaparkan rincian waktu kejadian tersebut. Berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pada pukul 18.03 WIB. Adapun puncak gerhana diprediksi terjadi pada pukul 18.33 WIB bagi wilayah Indonesia bagian Barat, 19.33 WITA untuk bagian Tengah, dan 20.33 WIT untuk bagian Timur.
Wilayah Timur Indonesia disebut memiliki visibilitas yang lebih baik karena masyarakat dapat mengamati fase awal sejak Bulan mulai terbit. Sementara itu, di wilayah Barat Indonesia, gerhana kemungkinan besar sudah berada dalam fase totalitas atau puncak saat Bulan mulai muncul di ufuk timur. Seluruh rangkaian fenomena ini diperkirakan berakhir total pada pukul 21.24 WIB saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.
Sepanjang tahun 2026, diprediksi akan terjadi empat kali gerhana yang terdiri dari dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Meski demikian, hanya Gerhana Bulan Total pada 3 Maret ini yang dapat disaksikan dari Indonesia. Fenomena ini merupakan bagian dari seri Saros 133 dan sebelumnya pernah terjadi pada 21 Februari 2008, serta diperkirakan akan kembali berulang pada 13 Maret 2044 mendatang.
BMKG mengimbau masyarakat yang ingin mengamati fenomena ini untuk mencari lokasi yang minim polusi cahaya dengan pandangan terbuka ke arah terbitnya Bulan. Selain itu, publik diminta tetap memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG agar pengamatan dapat berjalan optimal. (red)
“This article was produced with assistance from generative AI and edited by AKSINEWS.COM staff.”

