BREAKING NEWS: Iran Bersumpah Ratakan Tel Aviv!
AKSINEWS.COM – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman keras untuk meningkatkan intensitas serangan terhadap wilayah Israel, termasuk menargetkan kota Tel Aviv hingga rata dengan tanah. Teheran menegaskan tidak akan lagi membuka ruang negosiasi dan berkomitmen menggunakan persenjataan berat dalam fase konflik berikutnya.
Komandan IRGC, Hossein Majid, menyatakan bahwa dalam operasi mendatang, Iran hanya akan mengerahkan rudal dengan hulu peledak minimal satu ton. Pernyataan ini menandai perubahan strategi militer Iran yang kini fokus pada penggunaan stok rudal kelas berat untuk menciptakan daya hancur masif terhadap fasilitas militer Israel maupun pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dalam laporan media lokal Mousavi dan Middle East Monitor, Majid menegaskan bahwa kekuatan rudal yang disiapkan merupakan respons langsung terhadap eskalasi di kawasan. Iran mengklaim sejumlah rudal balistik hipersonik seperti jenis Ghadr, Emad, Fattah, hingga Kheibar telah berhasil menembus sistem pertahanan udara canggih, termasuk Iron Dome dan sistem THAAD milik Amerika Serikat dalam rangkaian operasi sebelumnya.
Langkah ofensif ini sekaligus menjadi jawaban atas klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebutkan bahwa perang di Iran mulai memasuki masa akhir. IRGC secara tegas menepis anggapan bahwa kendali penghentian perang berada di tangan Trump maupun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Melansir kantor berita AFP, IRGC menyatakan bahwa hanya angkatan bersenjata Iran yang memiliki otoritas untuk menentukan kapan perang akan berakhir. Mereka menegaskan bahwa situasi keamanan dan masa depan kawasan kini berada sepenuhnya di bawah kendali militer Teheran, bukan berdasarkan keputusan politik dari pihak luar.
Dengan ditutupnya pintu dialog, Iran memastikan bahwa seluruh kekuatan militer mereka akan dikerahkan untuk melancarkan gempuran yang lebih destruktif. Teheran menekankan bahwa kehadiran pasukan Amerika Serikat di kawasan tidak akan mampu menghentikan laju serangan yang telah direncanakan oleh pihak Garda Revolusi. (red)

