BeritaDuniaEkbis

Beijing Longgarkan Larangan Chip AI Nvidia H200

AKSINEWS.COM – Pemerintahan Presiden Xi Jinping dilaporkan mulai membuka pintu bagi masuknya chip kecerdasan buatan (AI) canggih buatan Amerika Serikat, Nvidia H200. Langkah ini menandai perubahan arah kebijakan Beijing yang sebelumnya secara agresif meminta perusahaan teknologi domestik untuk meninggalkan produk AS dan beralih ke semikonduktor lokal.

Seperti diberitakan CNBC Indonesia, CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa pemerintah China kemungkinan besar tidak akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait pelonggaran ini. Namun, indikasi perubahan sikap tersebut terlihat nyata dari besarnya volume pesanan yang diterima Nvidia dari perusahaan-perusahaan besar di China.

​”Ekspektasi saya, kita tidak akan melihat rilis pers resmi atau deklarasi besar dari pemerintah. Namun, jika ada pemesanan pembelian, artinya mereka (perusahaan China) telah diizinkan untuk melakukannya,” ujar Huang, dikutip pada Rabu (7/1/2026).

​Peluang kembalinya Nvidia ke pasar China juga didorong oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump. Trump memberikan lampu hijau bagi penjualan H200 ke China dengan syarat pungutan tambahan sebesar 25% untuk setiap unitnya. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan bahwa H200 kini merupakan generasi kedua tercanggih, sementara teknologi terdepan Nvidia saat ini, Blackwell, tetap dilarang untuk diekspor ke China.

​Meski permintaan dari China sangat tinggi, proses pengiriman masih menunggu lampu hijau final dari otoritas Washington. CFO Nvidia, Colette Kress, mengungkapkan bahwa pemerintah AS tengah menyiapkan aplikasi lisensi khusus untuk pengiriman chip H200 tersebut. Hingga saat ini, pihak Nvidia masih memantau kapan lisensi tersebut akan disetujui sepenuhnya.

​Menanggapi tingginya minat pasar, Jensen Huang menegaskan bahwa pihaknya telah mengaktifkan seluruh rantai pasokan untuk memenuhi kebutuhan klien di China. Ia mengonfirmasi bahwa chip H200 saat ini sudah mengalir melalui jalur produksi dan siap didistribusikan segera setelah izin resmi keluar.

​Pergeseran ini dinilai sebagai langkah pragmatis China untuk tetap kompetitif dalam perlombaan teknologi AI global, meskipun sebelumnya sempat memperketat aturan terhadap produk teknologi asal Negeri Paman Sam.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *