Banjir Bandang di Sumut Seret Kayu Gelondongan, Gubernur Bobby Nasution Akan Selidiki Dugaan Illegal Logging
AKSINEWS.COM – Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) menjadi sorotan publik setelah video di media sosial menunjukkan tumpukan kayu gelondongan turut terbawa arus. Fenomena ini memicu dugaan kuat adanya praktik illegal logging (pembalakan liar) yang memperparah bencana.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, angkat bicara mengenai video viral yang menampilkan gelondongan kayu terseret banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Sibolga.
”Ya nanti kita lihat ya (soal banyaknya gelondongan kayu),” kata Bobby Nasution di Lanud Soewondo Medan, dilansir CNN Indonesia.
Prioritas Utama Evakuasi dan Logistik
Meskipun adanya desakan untuk segera menyelidiki asal-usul kayu tersebut, Bobby menegaskan bahwa fokus utama Pemerintah Provinsi Sumut saat ini adalah penanganan dampak bencana.
”Yang pasti untuk saat ini kita fokusnya untuk evakuasi warga dan juga mempercepat logistik untuk kebutuhan warga, baik kebutuhan makan, kebutuhan hari-harinya seperti anak bayi butuh pampers,” ujarnya.
Pihak pemerintah provinsi akan segera melakukan pengecekan perihal banyaknya kayu gelondongan yang terbawa arus banjir setelah situasi darurat penanganan korban bencana mereda.
Jumlah Korban Jiwa
Dikutip dari CNBC Indonesia, data terbaru yang diberikan oleh Bupati Tapanuli Tengah pada Kamis (27/11) malam melaporkan bahwa di wilayah tersebut terdapat 34 orang meninggal dan 33 warga lainnya dinyatakan hilang.
Selain Tapanuli Tengah, BNPB sebelumnya telah menerima data dari beberapa wilayah lain. Di Tapanuli Selatan tercatat 13 orang meninggal dunia dan 3 orang hilang. Tapanuli Utara melaporkan 5 korban meninggal dan 5 orang hilang.
Sementara itu, Pakpak Bharat mencatat 1 korban meninggal, dan Humbang Hasundutan melaporkan 4 korban meninggal.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengumumkan data terbaru mengenai korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara (Sumut) hingga Jumat (28/11/2025). Secara kumulatif, total korban meninggal dunia di seluruh wilayah terdampak mencapai 57 orang.
Upaya pencarian puluhan warga yang masih hilang terus dilakukan.
red

