BeritaDaerah

Banjir Bandang dan Material Kayu Kembali Terjang Bener Meriah

​AKSINEWS.COM – Banjir bandang yang membawa material kayu gelondongan kembali menerjang kawasan aliran Sungai Wih Gile, Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Kamis (8/1). Meski sempat memicu kepanikan warga, hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dilansir CNN Indonesia, ​insiden yang terjadi di sore hari tersebut terekam dalam video amatir yang menunjukkan derasnya arus sungai membawa potongan kayu besar melintasi pemukiman warga.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, mengonfirmasi bahwa air tidak sampai meluap ke daratan karena kondisi sungai yang cukup dalam.

​”Aliran air tidak sempat keluar dari sungai karena sungainya dalam. Laporan sementara tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada jembatan utama di ruas jalan Nasional Bireuen – Takengon,” ujar Ilham.

​Hingga pukul 20.30 WIB, hujan dengan intensitas sedang masih mengguyur wilayah Bener Meriah. Pihak berwenang mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

​Dampak di Aceh Timur dan Aceh Utara
​Selain Bener Meriah, cuaca ekstrem juga memicu banjir luapan di dua kabupaten tetangga, yakni Aceh Timur dan Aceh Utara.

Banjir di ​Aceh Timur merendam 7 kecamatan, meliputi Indra Makmur, Ranto Peureulak, Simpang Ulim, Madat, Pante Bidari, Julok, dan Alu Ie Mirah.

Banjir di ​Aceh Utara dilaporkan ketinggian air mencapai 1 meter di beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Langkahan, Tanoh Jambo Aye, Cot Girek, dan Lhoksukon.

​Petugas gabungan dari BPBD dan instansi terkait masih terus melakukan pemantauan di lapangan serta pendataan terhadap kerugian material akibat bencana hidrometeorologi ini.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *