Amuk Massa Usai Pengeroyokan ‘Mata Elang’ di Kalibata
AKSINEWS.COM – Kericuhan hebat pecah di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, menyusul peristiwa pengeroyokan terhadap dua debt collector atau yang dikenal sebagai ‘mata elang’. Amuk massa yang diduga merupakan rekanan korban ‘matel’ ini tak hanya merusak, namun juga membakar sejumlah aset warga hingga ludes.
Peristiwa pembakaran ini terjadi di Jalan H Mahmud Raya Blok Langgar nomor 1, Duren Tiga, Pancoran, yang lokasinya berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Menurut data dari Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, total objek yang terbakar akibat aksi anarkis ini cukup signifikan, diantaranya 9 unit kios atau warung, 6 unit kendaraan roda dua (sepeda motor) dan 1 unit kendaraan roda empat
Dugaan sementara pembakaran dilakukan dengan menggunakan bensin. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material yang ditimbulkan ditaksir mencapai angka fantastis, yaitu Rp 273 juta.
Kericuhan dan pembakaran ini merupakan buntut dari pengeroyokan dua ‘mata elang’ yang terjadi di lokasi yang sama. Salah satu korban pengeroyokan dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka berat.
Seperti diberitakan detikcom, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan bahwa sekelompok massa tiba-tiba datang setelah waktu Maghrib dan langsung melakukan perusakan.
”Akibat dari pengeroyokan itu yang menimbulkan satu meninggal dunia dan satu luka berat itu, nah, tiba-tiba ada sekelompok massa yang datang setelah maghrib itu, datang langsung merusak, karena dikeroyoknya di TKP di sini,” kata Kombes Nicolas Ary Lilipaly.
Karena pengeroyokan terjadi di lokasi tersebut, area warung dan kios di sana menjadi sasaran amuk massa yang diduga merupakan rekanan dari korban ‘matel’.
”Jadi, akhirnya di sini sasaran daripada kelompok massa itu. Mungkin dari kelompok mereka (korban matel) yang datang menyerang, membabi buta, merusak warung yang ada di sini,” tambahnya.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mengerahkan kekuatan penuh untuk memadamkan kobaran api. Sebanyak 49 personel dikerahkan dengan dukungan 6 unit pompa, 2 unit Quick Respons, 1 unit Watermist Bintara, 1 unit Komando 401.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan potensi konflik yang dipicu oleh kasus kekerasan, terutama yang melibatkan kelompok massa, yang berujung pada aksi anarkis dan kerugian besar bagi masyarakat sekitar.
red

