Ada Ormas dan Partai Berinisial ‘K’ di Balik Kasus Pemerasan K3
AKSINEWS.COM – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, mulai “buka kartu” terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 yang menjeratnya.
Sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026), Noel melontarkan pernyataan mengejutkan soal adanya aliran dana ke organisasi massa (ormas) dan partai politik.
Meski belum blak-blakan menyebut nama terang, Noel memberikan bocoran tipis-tipis mengenai siapa saja yang diduga ikut mencicipi “kue” dalam perkara ini.
Noel menegaskan organisasi yang dimaksud bukan berbasis agama. “Ormasnya yang jelas tidak berbasis agama,” cetusnya. Ia menyebut ada partai politik yang terlibat dalam aliran dana ini. “Partainya ada huruf K-nya. Udah itu dulu clue-nya ya,” tambah Noel.
Dalam persidangan, Jaksa KPK mendakwa Noel melakukan pemerasan bersama sejumlah ASN di lingkungan Kemnaker.
Kasus ini ternyata berakar dari “tradisi” lama sejak 2021 (sebelum Noel menjabat). Ada pungutan liar sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per sertifikat K3. Jika tidak bayar, proses dipastikan bakal “lelet”.
Jaksa menyebut para terdakwa memaksa pemohon sertifikasi hingga terkumpul uang total Rp6,5 miliar. Khusus untuk Noel, ia diduga meminta jatah sebesar Rp3 miliar.
Selain pemerasan, Noel juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp3,3 miliar serta satu unit motor Ducati Scrambler biru dongker selama periode Oktober 2024 hingga Agustus 2025.
Noel tidak sendirian. Jaksa menyertakan deretan nama ASN Kemnaker dan pihak swasta dalam berkas terpisah, di antaranya Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, hingga pihak dari PT KEM Indonesia.
Hingga saat ini, Noel bersikukuh bahwa dirinya hanya terlibat dalam aliran dana, sementara praktik pungli tersebut sudah menjadi “penyakit” lama di kementerian tersebut.

