Ini Efek Samping Penggunaan Parfum di Leher bagi Kesehatan Kulit
AKSINEWS.COM – Menyemprotkan parfum pada area leher telah menjadi kebiasaan populer bagi banyak orang untuk menjaga kesegaran aroma tubuh sepanjang hari. Namun, belakangan ini muncul klaim viral di media sosial yang menyebutkan bahwa kebiasaan tersebut dapat membahayakan kesehatan hingga memicu gangguan pada kelenjar tiroid.
Menanggapi isu yang meresahkan tersebut, para ahli menegaskan bahwa anggapan mengenai kerusakan tiroid sama sekali belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Kelenjar tiroid terletak jauh di bawah beberapa lapisan jaringan, sehingga cairan parfum yang disemprotkan ke permukaan kulit tidak memiliki jalur penyerapan langsung menuju organ tersebut.
Meskipun aman bagi tiroid, penggunaan wewangian secara langsung di area leher tetap berpotensi memicu iritasi dan dermatitis kontak karena kulit di bagian ini cenderung tipis. Kandungan alkohol serta bahan pewangi sintetis di dalamnya dapat menyebabkan efek samping berupa kemerahan, perih, hingga rasa gatal pada pemilik kulit sensitif.
Selain risiko iritasi, paparan cairan parfum pada leher yang sering terkena sinar matahari juga dapat memicu munculnya hiperpigmentasi atau bercak gelap. Hal ini terjadi karena beberapa senyawa dalam wewangian mampu membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet, sehingga para ahli menyarankan untuk menghindari penyemprotan berlebih di area terbuka.
Terkait kandungan bahan kimia buatan seperti phthalates atau paraben, penelitian menunjukkan bahwa tingkat paparan dari penggunaan parfum sehari-hari masih berada dalam batas aman yang relatif rendah. Dengan demikian, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa menyemprotkan parfum di leher lebih berbahaya daripada di bagian tubuh lainnya, asalkan pengguna tetap memperhatikan kondisi sensitivitas kulit masing-masing. (red)

